Penyakit kuning atau sakit kuning
bisa disebut juga dengan jaundice atau ikterus. Penyakit kuning adalah keadaan
kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning.
Penyakit kuning disebabkan oleh
zat yang disebut bilirubin yang berlebihan dalam darah dan jaringan tubuh.
Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbentuk dari sel darah merah yang mati di
hati. Normalnya, hati menghilangkan bilirubin bersama dengan sel darah merah
yang tua. Kondisi apa pun yang mengganggu perpindahan bilirubin dari darah ke
hati atau keluar dari tubuh dapat menyebabkan penyakit kuning.
Gejala penyakit kuning :
Gejala yang paling khas dari
penyakit kuning adalah kulit dan sklera mata penderita berwarna kuning. Gejala
lainnya dapat berupa:
- Bagian dalam mulut berwarna kuning
- Urin berwarna gelap atau coklat seperti teh
- Feses berwarna pucat seperti dempul
Gatal-gatal juga bisa menjadi
ciri Anda terkena jaundice atau sakit kuning
Hampir kebanyakan orang yang
sakit kuning akan mengalami badan gatal di samping gejala lainnya, terutama
pada sore dan malam hari. Bahkan, gatal-gatal ini merupakan gejala penyakit
kuning yang paling sulit dikontrol dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.
Gatal yang muncul di malam hari dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak.
Rasa gatal yang kita rasakan
sebenarnya dipicu oleh rangsangan yang disebut pruritogen. Contohnya adalah
gigitan serangga atau iritan bahan kimia. Otak kemudian menerjemahkannya
sebagai sensasi gatal. Sebagai respons dari rasa gatal, kita akan menggaruk
atau mengusap daerah tersebut untuk menghilangkan iritan tersebut.
Nah, bilirubin (pigmen kuning)
adalah salah satu zat pruritogen. Bilirubin terbentuk saat hemoglobin (bagian
dari sel darah merah yang membawa oksigen) dipecah sebagai bagian dari proses
normal daur ulang sel darah merah tua atau yang rusak.
Bilirubin dibawa dalam aliran
darah menuju hati, untuk kemudian berikatan dengan empedu. Bilirubin kemudian
dipindahkan melalui saluran empedu ke saluran pencernaan, sehingga bisa dibuang
dari tubuh. Sebagian besar bilirubin dibuang lewat feses, sementara sisanya
lewat urin.
Jika bilirubin menumpuk terlalu
banyak dalam hati, bilirubin kemudian akan menumpuk terus di dalam darah dan
tersimpan di bawah kulit. Hasilnya adalah badan gatal, yang umum dialami oleh
orang yang sakit kuning.
Selain itu, badan gatal sebagai
gejala penyakit kuning juga mungkin disebabkan oleh garam empedu. Garam empedu
juga merupakan zat pruritogenik. Bedanya, keluhan gatal akibat garam empedu
muncul sebelum warna kulit menjadi kuning. Badan gatal akibat garam empedu juga
tidak menghasilkan kulit kemerahan yang terlihat bengkak.
Gejala sakit kuning pada bayi
yang harus diwaspadai
Perlu diingat, meskipun bayi Anda
kuning, biasanya bayi yang mengalami jaundice fisiologis tidak menimbulkan
gejala. Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Anda kuning :
- Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
- Tampak sakit dan lemas.
- Tidak mau makan.
- Rewel dan menangis terus.
- Memiliki lengan dan tungkai yang “keplek” (floppy arms and legs).
- Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
- Kejang.
- Kesulitan bernapas dan terlihat biru.
- Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut.
Cara Mengobati Penyakit kuning.
Cara mudah,aman dan praktis untuk
menangani penyakit kuning adalah dengan mengkonsumsi herbal S Lutena . S Lutena
ini merupakan obat herbal andalan nomer satu di jepang . Hal utama yang perlu
diperhatikan Untuk penyakit kuning adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh
setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita
makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam
menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu
suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan
sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan
sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk Hepatitis
Kronis saja tetapi juga gangguan fungsi organ tubuh lainnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar