Jumat, 18 Januari 2019

PAKTOR PENYAKIT KANKER PAYUDARA DAN CARA MENGOBATINYA




Kanker payudara telah menjadi salah satu penyebab utama dari tingginya angka kematian pada kaum wanita. Pada tahun 2015 saja, data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa telah ada 507 ribu wanita yang meninggal dunia akibat kanker payudara. Memang menakutkan, tapi sebenarnya jika ciri-ciri kanker payudara stadium awal bisa dideteksi, bukan tidak mungkin penyakit ini dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri awal kanker payudara sedini mungkin

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas merupakan kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyakit ini terjadi hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.

Sel kanker dapat terbentuk di jaringan lemak di dalam payudara, kelenjar susu (lobulus), ataupun di saluran susu (duktus)
Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

Progesteron, sebuah hormon yang menginduksi ductal side-branching pada kelenjar payudara dan lobualveologenesis pada sel epitelial payudara, diperkirakan berperan sebagai aktivator lintasan tumorigenesis pada sel payudara yang diinduksi oleh karsinogen. Progestin akan menginduksi transkripsi regulator siklus sel berupa siklin D1 untuk disekresi sel epitelial. Sekresi dapat ditingkatkan sekitar 5 hingga 7 kali lipat dengan stimulasi hormon estrogen, oleh karena estrogen merupakan hormon yang mengaktivasi ekspresi pencerap progesteron pada sel epitelial. Selain itu, progesteron juga menginduksi sekresi kalsitonin sel luminal dan morfogenesis kelenjar.

PERKEMBANGAN KANKER PAYUDARA DARI STADIUM 1 HINGGA LANJUT
Apabila dilihat dari perkembangan sel kankernya, kanker payudara dapat dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu:
Kanker payudara stadium nol
Saat tahap ini terjadi, sel kanker sudah ada dan berkembang. Namun perkembangannya masih hanya di saluran payudara saja. Belum menyebar sama sekali.

Kanker payudara stadium satu
Kanker payudara stadium satu masih masuk kanker payudara stadium awal. Ciri-ciri kanker payudara pada tahap ini adalah sel kanker sudah mulai berkembang dan membesar pada bagian payudara yang menjadi tempat tumbuhnya. Namun, sel kankernya belum menyebar dan ukurannya tidak lebih dari 5 cm.

Kanker payudara stadium dua
Pada tahapan ini, sel kanker dapat berkembang dan tumbuh dengan beberapa cara. Pada kanker payudara stadium IIA, ukuran massa kanker kurang dari 2 cm tapi telah menyebar hingga ke kelenjar limfa yang ada di ketiak.
Sementara pada kanker payudara stadium IIB, massa kanker telah lebih dari 5 cm namun sel kanker belum menyebar ke kelenjar yang ada di bawah ketiak.

Kanker payudara stadium tiga
Jika seseorang sudah memasuki tahap ini, sudah pasti sel kankernya mampu untuk menyebar. Stadium IIIA adalah kondisi di mana sel kanker telah menyebar ke bagian jaringan tubuh lain.
Sedangkan stadium IIIB pertumbuhan sel kanker sudah sampai ke permukaan kulit dan kelenjar getah bening yang ada di dalam payudara.

Kanker payudara stadium empat
Ciri-ciri kanker payudara stadium empat adalah perkembangannya semakin cepat dan kian melebar ke bagian organ lain.

GEJALA KANKER PAYUDARA
1. Benjolan di payudara
Benjolan tumor payudara di tahap awal kanker amat jarang bisa terlihat atau dirasakan. Untuk mendeteksinya, dokter akan melakukan mammogram.
Namun, jika sudah mencapai stadium 4, benjolan tadi sangat mudah dilihat dan dirasakan. Biasanya ada di bawah ketiak dan sekitarnya. Jika ini terjadi, tindakan medis yang dianjurkan dokter adalah operasi pengangkatan tumor. Jika tidak, pasien akan terus merasakan bengkak pada payudara dan area sekitarnya.

2. Perubahan kulit
Kanker payudara dapat menimbulkan perubahan pada kulit. Terutama di area puting. Kulit akan terasa gatal atau kesemutan, terlihat memerah, menebal. Bahkan, ada juga yang kering dan pecah-pecah.

Penyebabnya adalah peradangan yang ditimbulkan sel kanker. Di mana jalur getah bening tertutup dan menimbulkan kemerahan, pembengkakan, dan kulit mencekung ke dalam. Semua kanker payudara stadium 4 memiliki gejala peradangan kulit yang serupa. Itu sebabnya tanda awal kanker bisa terdeteksi dari penebalan payudara dan warna kemerahan di kulit.

3. Keluarnya cairan dari puting tanpa sebab
Cairan yang keluar dari puting secara tiba-tiba adalah gejala yang umum ditemukan di semua tahapan kanker payudara. Cairan yang menetes keluar bisa berwarna kuning seperti nanah, darah, atau seperti air biasa.

4. Pembengkakan
Pada tahap awal kanker, walau ukuran dan penampilan payudara terlihat normal, namun sel kanker sedang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Di tahapan lanjutan, pasien mungkin akan mulai menyadari adanya pembengkakan di area payudara dan di bawah ketiak, di mana kelenjar getah bening berada. Pembengkakan akan mulai terasa sangat jelas dan menyakitkan di stadium 4.

5. Rasa sakit dan tidak nyaman
Seiring pertumbuhan kanker, pasien akan merasakan sakit dan tidak nyaman di area payudara mereka. Apalagi jika sel kanker menyebabkan peradangan kemerahan, atau jika iritasi kulit terjadi.
Tumor berukuran besar juga menyebabkan sakit dan tekanan yang tidak nyaman pada payudara. Rasa sakit di kulit mungkin juga diakibatkan oleh luka bakar akibat terapi radiasi.

6. Kelelahan
Kelelahan merupakan gejala yang paling sering dilaporkan muncul pada pasien kanker payudara. Kelelahan melanda setidaknya seperempat populasi pasien selama terapi berlangsung, lainnya merasakan kelelahan setelah menjalani terapi. Pada stadium 4, kelelahan akan menjadi semakin tak tertahankan dan sulit untuk ditangani.

7. Insomnia
Beberapa pasien melaporkan menopause sebagai hasil terapi kanker payudara, dan mengalami “kepanasan” (hot flashes) yang membuat mereka sulit tidur nyenyak di malam hari. Kanker payudara stadium 4 dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman yang mengganggu tidur.

Kehadiran insomnia pada pasien kanker payudara seringkali luput untuk untuk ditangani. Para ahli merekomendasikan pasien untuk menjalankan terapi kognitif dan perubahan gaya hidup daripada mengharuskan mereka untuk mengonsumsi pil tidur untuk membantu memperbaiki pola tidurnya.

8. Kram perut, hilang nafsu makan, penurunan berat badan
Kanker dan juga terapi penyembuhannya dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan sembelit. Obat-obatan, stress akibat penyakit, dan insomnia juga dapat mengganggu sistem pencernaan.
Saat hal itu terjadi, pasien biasanya semakin sulit untuk konsumsi makanan sehat yang dianjurkan. Malah pada makanan tertentu menyebabkan mereka sakit perut dan sembelit karena sistem pencernaan kekurangan serat dan nutrisi.

Yang mengkhawatirkan jika lama-kelamaan pasien kehilangan nafsu makan dan kesulitan untuk mencerna makanan yang mereka perlukan. Penurunan berat badan akan sangat drastis terlihat dan menyebabkan malnutrisi.

9. Napas terengah-engah
Sesak dada, sulit untuk menarik napas dalam-dalam, dan kesulitan bernapas mungkin dapat terjadi pada kanker stadium 4. Terkadang, gejala ini mengindikasikan bahwa kanker telah menjalar hingga paru-paru.

Kemo dan terapi radiasi adalah salah satu faktor risiko dari gejala ini. Kesulitan bernapas di tahap ini akan diikuti oleh batuk kering kronis.

10. Gejala lain yang berkaitan dengan penyebaran kanker
Penyebaran kanker dapat memunculkan beberapa gejala yang dapat terdeteksi.

Tulang : Saat kanker menyebar, sel tersebut akan merusak fisiologis tulang, menyebabkan rasa ngilu dan meningkatnya risiko keretakan tulang. Gejala pada tulang biasanya ditemukan di pinggul, tulang belakang, lengan, kaki, rusuk, atau tengkorak kepala. Rasa sakit dan tidak nyaman pada tulang juga akan menyulitkan pasien untuk berjalan.

Paru-paru : sel kanker yang memengaruhi paru-paru dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan batuk kronis.

Hati : kanker hati mungkin tidak akan memunculkan gejala selama beberapa waktu. Namun pada stadium akhir, pasien akan mengalami sakit kuning, demam, dan penurunan berat badan secara signifikan.

PENYEBAB KANKER PAYUDARA

Belum diketahui apa penyebab sel-sel tersebut berubah menjadi sel kanker, namun para ahli menduga adanya interaksi antara faktor genetik dengan gaya hidup, lingkungan, dan hormon, sehingga sel menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkendali.

Faktor Risiko Kanker Payudara
Beberapa faktor diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Namun demikian, seseorang dengan sejumlah faktor risiko belum tentu terserang kanker payudara, sebaliknya seseorang tanpa faktor risiko dapat terkena kanker. Seseorang yang pernah terserang kanker di satu payudara memiliki risiko tinggi terkena kanker pada payudara yang lain.

Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara antara lain:
Usia
Risiko kanker payudara akan meningkat seiring usia bertambah.

Jenis kelamin.
Wanita lebih rentan terserang kanker payudara dibanding pria.

Paparan radiasi.
Seseorang yang pernah menjalani radioterapi, rentan mengalami kanker payudara.

Obesitas.
Berat badan yang berlebih meningkatkan risiko terserang kanker payudara.

Belum pernah hamil.
Wanita yang pernah hamil dan menyusui memiliki risiko kanker payudara lebih kecil dibanding wanita yang belum pernah hamil dan menyusui.

Melahirkan pada usia tua.
Wanita yang baru memiliki anak di atas usia 30 tahun lebih berisiko mengalami kanker payudara.

Konsumsi alkohol.
Studi terbaru menunjukkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit tetap meningkatkan risiko kanker payudara.

Terapi pengganti hormon.
Setelah menopause, wanita yang mendapat terapi pengganti hormon dengan estrogen dan progesterone lebih berisiko terkena kanker payudara.

Mulai menstruasi terlalu muda.
Wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun diketahui lebih berisiko mengalami kanker payudara.

Telat menopause.
Wanita yang belum mengalami menopause hingga usia 55 tahun juga berisiko mengalami kanker payudara.

Riwayat kanker payudara pada keluarga.
Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 juga bisa membuat kanker payudara diturunkan dari orang tua ke anaknya. Selain itu, seseorang yang memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker payudara, juga lebih berisiko mengalaminya.

CARA MENCEGAH KANKER PAYUDARA SECARA ALAMI
Selain faktor-faktor risiko di atas, ada juga faktor-faktor risiko yang sebenarnya dapat dihindari. Kamu bisa mencegah kanker payudara dengan menghindari faktor-faktor tersebut. Berikut cara mencegah kanker payudara secara alami

1. Menjaga berat badan tetap ideal


Cara mencegah kanker payudara yang pertama adalah menjaga berat badan tetap ideal. Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami obesitas setelah masa menopause memiliki risiko terkena kanker payudara 20 - 40 persen lebih tinggi dibanding dengan yang mempunyai berat badan normal.

Perubahan berat badan dan waktu terjadinya kenaikan berat badan ini diduga berkaitan dengan keadaan hormon estrogen dan insulin di dalam tubuh. Melihat risiko ini, menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang dapat kamu lakukan.

2. Utamakan makanan sehat


Cara mencegah kanker payudara selanjutnya dengan mengutamakan makan sehat. Pola makan sehat dengan mengutamakan asupan buah, sayuran, kacang-kacangan termasuk kacang kedelai, minyak sehat, dan antioksidan yang tinggi, dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang sudah terkena kanker payudara pun hidupnya dapat lebih berkualitas, jika menghindari makanan berlemak. Daging berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, dan minyak adalah berbagai jenis makanan yang harus dihindari sebagai usaha pencegahan kanker payudara.

3. Rutin berolahraga


Cara mencegah kanker payudara lainnya adalah rutin berolahraga. Aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengolah fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga intensitas sedang (seperti bersepeda dan jalan cepat) adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.

4. Hentikan kebiasaan merokok


Cara mencegah kanker payudara selanjutnya adalah menghentikan kebiasaan merokok. Kamu yang pernah menjadi perokok saja masih memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 6-9 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Kondisi yang lebih buruk bisa kamu alami jika masih aktif merokok, yaitu 7-13 persen lebih berisiko untuk terkena kanker payudara.

5. Membatasi minuman beralkohol


Cara mencegah kanker payudara lainnya adalah membatasi minuman beralkohol. Mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 7-12 persen. Potensi terkena kanker payudara akan lebih tinggi jika biasa minum minuman beralkohol lebih dari segelas per hari. Hal ini dapat terjadi karena ada kaitan antara tingkat alkohol dengan perubahan jumlah hormon di dalam darah. Karena itu, mengurangi konsumsi alkohol juga merupakan salah satu cara mencegah kanker payudara. Bahkan jika memungkinkan, disarankan untuk menghentikannya sama sekali.

6. Menyusui bayi secara teratur


Cara mencegah kanker payudara bagi yang sudah menikah dan punya bayi adalah menyusui secara teratur. Menyusui bayi dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara hingga 22 persen. Sejauh ini belum diketahui pasti mengapa menyusui dapat mencegah kanker payudara. Namun, diduga menyusui dapat membantu keseimbangan hormon, mencegah paparan zat pemicu kanker, dan menghindari kerusakan sel payudara.

7. Membatasi terapi hormon


Cara mencegah kanker payudara selanjutnya adalah membatasi terapi hormon. Terapi hormon biasa dilakukan oleh wanita terkait dengan masa menopause. Terapi menggunakan hormon estrogen dan progesteron ini biasanya bersifat jangka panjang. Karena itulah, terapi ini berisiko meningkatkan kanker payudara. Apabila kamu benar-benar membutuhkan terapi hormon, konsultasikan kepada dokter agar kadar hormon tersebut dapat dikurangi.

8. Hindari terkena paparan radiasi


Cara mencegah kanker payudara lainnya adalah menghindari terkena paparan radiasi. Ada beberapa hal yang mungkin membuat kamu terpapar radiasi tingkat tinggi, misalnya menjalani pemeriksaan CT scan, bekerja di fasilitas kesehatan yang menggunakan radiasi, dan terpapar asap kendaraan atau bahan-bahan kimia. Jadi, lindungi dirimu dari paparan tersebut dan hindari semaksimal mungkin.

PENGOBATAN :

Salah satu cara untuk mengobati Kanker Payudara adalah dengan mengkonsumsi S Lutena, obat herbal dari jepang. Kanker Payudara bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupun karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar