Kamis, 20 Desember 2018

SOP 100+ Obat Nyeri Haid Terampuh


Sering kali gejala menjelang atau saat menstruasi membuat perempuan tidak nyaman. Perubahan hormon saat menstruasi dapat membuat perempuan mengalami perubahan suasana hati dan nyeri pada tubuh. Rasa sakit yang dirasakan dapat berupa nyeri payudara, biasanya bentuk payudara pun berubah atau membengkak. Selain itu, perempuan biasanya juga akan mengalami nyeri perut atau kram perut. Nyeri ini bisa terasa berat, bisa juga terasa ringan.

Anda mungkin pernah mendengar istilah dismenore. Ya, ini merupakan istilah medis untuk rasa nyeri akibat menstruasi tersebut. Terdapat dua tipe dismenore; dismenore primer dan dismenore sekunder.
Dismenore primer adalah kram perut saat menstruasi yang biasa dijumpai. Sakit terjadi pada perut bagian bawah atau belakang. Kram yang terjadi bisa singkat atau berlangsung selama tiga hari. Nyeri ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia perempuan tersebut dan ketika Anda sudah melahirkan anak pertama. Sedangkan dismenore sekunder adalah rasa nyeri yang disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi perempuan. Pada dismenore sekunder, nyeri terjadi pada awal siklus menstruasi dan bertahan lebih lama.

Penyebab nyeri haid bisa bermacam-macam. Nyeri haid atau dismenore adalah hal yang sering terjadi pada sebagian besar wanita. Nyeri dapat terasa ringan atau tidak mengganggu. Namun, nyeri haid berat yang dirasakan di masa menstruasi atau nyeri menetap dan semakin berat setelah menstruasi dapat menandakan adanya penyakit atau kondisi tertentu. 


Nyeri haid umumnya dirasakan sebagian wanita pada awal masa menstruasi.  Pada beberapa wanita, rasa sakit di perut bagian bawah ini tidak begitu terasa hingga mereka tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, sebagian lain merasakan nyeri yang tidak tertahankan hingga tidak mampu melakukan apa pun.

Kontraksi Penyebab Nyeri
Setiap waktu, terjadi kontraksi halus pada otot dinding rahim yang umumnya tidak terasa. Namun pada masa menstruasi, kontraksi ini menjadi makin kencang sebagai bagian dari peluruhan dinding rahim saat haid. Kontraksi tersebut menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutuskan suplai darah dan oksigen ke rahim. Ketiadaan oksigen inilah yang menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menciptakan rasa nyeri.

Rasa nyeri semakin buruk karena tubuh juga mengeluarkan bahan kimia bernama prostaglandin yang memicu otot rahim terus berkontraksi lebih banyak. Prostaglandin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh wanita dan dapat menyebabkan banyak gejala yang berhubungan dengan ketidaknyamanan saat menstruasi. Selain itu, prostaglandin juga memicu kondisi lain seperti mual, diare, lemas, dan sakit kepala yang kerap menyertai nyeri. Diduga, sebagian wanita memproduksi prostaglandin dalam jumlah lebih banyak sehingga lebih merasakan nyeri dibandingkan yang lain.

Gangguan yang menyebabkan dismenore sekunder dapat berupa:
Endometriosis: terjadi ketika sel-sel yang menyelubungi rahim mulai tumbuh di luar rahim, seperti ovarium atau tuba falopi. Sel ini bisa menimbulkan rasa sakit yang berat ketika meluruh.
Radang panggul: infeksi yang bisa mengakibatkan peradangan atau inflamasi pada rahim, ovarium, dan tuba falopi.
Adenomiosis: jaringan lapisan paling dalam rahim mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim, sehingga menimbulkan nyeri saat haid.
Fibroid: tumor yang tidak bersifat kanker di dalam rahim dan dapat membuat menstruasi Anda terasa menyakitkan.
Intrauterine device (IUD): kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim ini terkadang dapat menyebabkan nyeri haid, terutama di masa awal pemasangan.
Stenosis leher rahim: pembukaan pada leher rahim beberapa wanita sangat kecil, sehingga menghambat aliran darah untuk keluar saat haid. Kondisi ini menyebabkan tekanan yang menyakitkan di dalam rahim.

Selain nyeri haid, dismenore sekunder umumnya disertai gejala lain seperti menstruasi yang tidak teratur, keputihan yang kental dan berbau, perdarahan di antara masa menstruasi, serta nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Nyeri haid tidak bisa dianggap sepele. Anda harus segera periksakan diri ke dokter jika terjadi perdarahan berlebihan, periode menstruasi lebih lama dari biasanya, disertai demam, terdapat keputihan yang tidak normal, nyeri timbul tiba-tiba dan terasa intens pada panggul, serta adanya tanda-tanda infeksi seperti demam atau menggigil dan nyeri tubuh saat menstruasi.

Sementara itu, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E, asam lemak omega-3, vitamin B1, vitamin B6, dan magnesium. Bahan-bahan tersebut rupanya dapat mengurangi nyeri haid secara efektif; Selain itu, olahraga teratur sehingga berat badan tetap normal; menghindari konsumsi minuman beralkohol dan rokok; dan mengurangi stres yang dapat meningkatkan risiko kram dan nyeri haid yang parah.

Ketika periode menstruasi Anda datang, Anda akan lebih memilih meninggalkan semua aktivitas berat dan berbaring saja di ranjang. Bukan karena malas, namun karena rasa nyeri di perut yang mengganggu. Apakah nyeri haid yang Anda rasakan wajar? Atau justru ini adalah tanda dari penyakit berbahaya?

Apa saja penyakit yang ditandai dengan nyeri haid?
Nyeri haid saat sedang mengalami menstruasi merupakan rasa sakit yang wajar jika dialami wanita setiap bulan. Hal ini terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim.

Kondisi kram di bagian perut ini sebenarnya normal, namun ada saatnya rasa sakit tersebut merupakan gejala adanya gangguan penyakit. Sering kali gangguan ini terabaikan karena dianggap sebagai rasa sakit biasa. Kenali sejak awal apakah nyeri haid yang Anda rasakan normal atau indikasi adanya penyakit.

1. Dismenore sekunder
Dismenore sekunder sering kali mulai muncul pada usia 20 tahun. Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali untuk memeriksakan diri ke dokter.

Sakit dari dismenore sekunder biasanya dimulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Gejala lain adalah Anda akan merasakan nyeri yang semakin luar biasa selama haid dan akan menghilang setelah selesai menstruasi.

Rasa sakit ini biasa disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita seperti adanya kelainan organik dalam pelvis, bisa karena kista ovarium, endometriosis, infeksi menular seksual, radang panggul, mioma, atau penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).

Jika disebabkan karena nyeri haid sekunder, obat-obatan pereda nyeri biasanya tidak akan berpengaruh. Untuk mengetahui penyebab nyeri haid sekunder perlu dilakukan pemeriksaan dokter.

Biasanya lewat USG saja tidak cukup. Untuk endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim) misalnya, perlu laparoskopi. Perlu juga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi.

2. Fibroid
Nyeri perut ini disertai dengan pendarahan yang berlebihan, sampai mengharuskan Anda mengganti pembalut 1-2 kali setiap jamnya. Apabila Anda mengalami hal seperti ini, maka disarankan Anda menjalani pemeriksaan karena hal tersebut bisa saja disebabkan oleh tumor jinak di saluran kemih. Tumor jinak ini biasanya ukurannya sebesar biji apel atau biji jeruk. Dan muncul pada wanita usia 30-an atau 40-an.

Kasus ini biasa disebut dengan fibroid, dan menyebabkan rasa sakit, nyeri, dan membuat pendarahan jadi berlebihan. Umumnya pendarahan tidak akan berhenti 3-4 hari, tetapi bisa mencapai berminggu-minggu.

3. Endometriosis
Sebenarnya belum ada kejelasan apa yang menyebabkan hal ini. Tetapi, endometriosis adalah kondisi di mana saat lapisan yang seharusnya ada di rahim justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat.

Kondisi ini sulit didiagnosis karena biasanya menyebabkan rasa nyeri di perut bagian bawah, dan gejalanya mirip dengan nyeri menstruasi.

Cara mengetahuinya adalah dengan pengecekan atau mengamati rasa kram yang dialami saat sedang berhubungan intim.

4. Radang panggul
Radang panggul adalah kondisi di mana nyeri di perut bagian bawah disertai dengan demam. Kondisi seperti ini sering dialami oleh banyak wanita. Ada rasa nyeri saat buang air kecil, dan warnanya berubah menjadi kehijauan.

Biasanya ini terjadi karena disebabkan adanya peradangan di dekat saluran kemih. Apabila dibiarkan, akan berkembang menjadi infeksi dan menjadi penyakit gonore atau chlamydia.

Bila Anda mengalami nyeri haid seperti ini, maka Anda harus lekas mendapatkan pengobatan. Ini bahaya bagi kondisi kesuburan Anda.






CEGAH HIPERTIROID DENGAN SOP 100+




Hipertiroid atau hipertiroidisme merupakan kondisi saat kadar hormon tiroksin dalam tubuh begitu tinggi. Hormon tiroksin dihasikan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar ini terletak pada leher bagian depan. Hormon tiroksin berfungsi mengatur metabolisme. Gangguan pada produksi hormon otomatis membuat metabolisme tubuh terganggu.

Hipertiroid dapat disebabkan oleh beragam kondisi. Dilansir dari berbagai sumber, ia dapat disebabkan oleh penyakit graves atau penyakit autoimun. Tubuh membuat antibodi yang disebut thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI). Antibodi membuat kelenjar tiroid terlalu aktif dan produksi hormon terlalu banyak.

Penyebab kedua ialah Tiroiditis atau peradangan pada kelenjar tiroid akibat infeksi bakteri, virus atau produksi antibodi yang menyerang kelenjar tiroid. Kerusakan kelenjar berakibat pada kebocoran hormon tiroid.

Selain itu, hipertiroid dapat disebabkan oleh kemunculan gumpalan yang terbentuk pada kelenjar tiroid, efek samping obat, kanker tiroid, kehamilan, tumor adenoma pada kelenjar hipofisis atau kelenjar yang terletak di dasar otak.
Hipertiroidisme lebih cenderung terjadi pada wanita. Kondisi ini bisa muncul pada usia berapapun, termasuk ketika masih anak-anak. Tapi biasanya muncul ketika memasuki usia 20-40 tahun.

Penyebab Hipertiroidisme
Kelenjar tiroid memproduksi dua jenis hormon, yaitu triiodotiroin (T3) dan tiroksin (T4). Setiap hormon berfungsi untuk mengatur sel dan cara kerja tubuh. Umumnya, kelenjar tiroid akan memproduksi hormon dalam jumlah yang tepat. Namun dalam kondisi tertentu, produksi hormon dapat dilakukan secara berlebih, terutama tiroksin (T4).

Banyaknya hormon tiroksin yang diproduksi kelenjar tiroid dalam tubuh bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit Graves, obat amiodaron, suplemen iodine, nodul tiroid, kanker tiroid, tiroiditis, kehamilan atau tumor adenoma hiposisis. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing kondisi yang dapat menyebabkan kelenjar tiroid menjadi sangat aktif memproduksi hormon tiroksin:

Penyakit Graves
Hipertiroidisme kebanyakan disebabkan oleh penyakit Graves, yaitu suatu kondisi yang terjadi akibat kelainan sistem autoimun yang menyerang tubuh dan meningkatkan produksi hormon tiroksin pada kelenjar tiroid. Penyakit Graves bisa muncul pada usia berapa pun, terutama pada wanita usia 20-40 tahun. Belum diketahui kondisi apa yang menyebabkan kelainan autoimun terjadi, tetapi faktor lingkungan dan keturunan dianggap berperan pada kemunculan kelainan ini. Selain hipertiroidisme, penyakit Graves juga dapat mengakibatkan penglihatan menjadi tidak nyaman dan kabur. Hal tersebut ditandai dengan bola mata yang terlihat menonjol keluar.

Tiroiditis
Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau saat tubuh memproduksi antibodi yang dapat merusak kelenjar tiroid. Kerusakan ini dapat menyebabkan kebocoran hormon tiroksin yang pada akhirnya menyebabkan hipertiroidisme.

Nodul tiroid
Nodul tiroid adalah gumpalan yang terbentuk di dalam kelenjar tiroid tanpa sebab yang jelas. Meski bersifat jinak dan tidak menyebabkan kanker, nodul bisa mengandung jaringan tiroid yang abnormal.Gumpalan ini berdampak kepada peningkatan produksi tiroksin dalam tubuh dan berakibat pada hipertiroidisme, khususnya pada penderita berusia diatas 60 tahun.
Efek samping obat
Untuk memproduksi hormon tiroksin, kelenjar tiroid membutuhkan iodine yang terkandung di dalam makanan. Hormon tiroksin akan menjadi terlalu banyak dan  akhirnya menyebabkan hipertiroidisme jika seseorang mengonsumsi suplemen iodine atau obat yang mengandung zat tersebut (contohnya amiodarone). Amiodarone merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi detak jantung yang tidak beraturan (aritmia). Umumnya, hipertiroidisme akan membaik saat pengobatan dihentikan. Namun, proses penurunan kadar hormon akan memakan waktu beberapa bulan.

Kanker tiroid
Kanker tiroid tergolong sangat langka. Jika sel-sel yang mengalami keganasan mulai menghasilkan banyak hormon tiroksin, maka penderitanya bisa mengalami hipertiroidisme. Kondisi ini umumnya menyerang penderita berusia 30 tahun ke atas dan dapat dipulihkan.
Kehamilan
Saat hamil, wanita mengalami peningkatan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini dapat memicu terjadinya hipertiroidisme, khususnya pada kehamilan kembar dan pada kasus hamil anggur, di mana terdapat kadar hCG yang tinggi.
Tumor adenoma pada kelenjar hipofisis
Ini merupakan tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar hipofisis atau pitutary, yaitu kelenjar yang terletak di dasar otak. Tumor tersebut dapat mempengaruhi tingkat produksi hormon tiroid.
Selain jenis kelamin dan keturunan, terdapat faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertiroidisme. Seseorang yang memiliki penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 dan penyakit Addison, lebih berisiko terkena kondisi ini. Perokok juga akan berisiko menderita penyakit Graves yang secara tidak langsung meningkatkan risiko terjadinya hipertiroidisme.

Diagnosis Hipertiroidisme
Untuk memastikan diagnosis terhadap hipertiroidisme Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan:

Pemeriksaan fungsi tiroid
Pemeriksaan fungsi tiroid adalah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengetahui kadar thyroid-stimulating hormone/TSH (hormon yang merangsang kelenjar tiroid) dan kadar hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, yaitu triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4).
Fungsi hormon perangsang kelenjar tiroid atau TSH adalah mengendalikan produksi tiroksin dan triiodotironin. Pada penderita hipertiroidisme, kadar TSH umumnya rendah, sedangkan kadar tiroksin dan triiodotironin menjadi tinggi.
Terkadang, hasil pemeriksaan ini memperlihatkan kadar TSH yang rendah, namun kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid tetap normal. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah hipertiroidisme subklinis. Kondisi ini tidak selalu ditandai gejala dan perlu terus dimonitor untuk menghindari risiko penyakit tulang atau jantung. Hipertiroidisme subklinis biasanya pulih dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua bulan. Meskipun tidak memerlukan pengobatan, penderita hipertiroidisme subklinis tetap harus melakukan pemeriksaan fungsi tiroid secara rutin, untuk memantau kondisinya.

Selain pemeriksaan fungsi tiroid, pemeriksaan laju endap darah (LED) juga biasa dilakukan untuk memeriksa seberapa cepat sel darah merah mengendap di dasar tabung uji. Jika sel darah merah mengendap dengan cepat, maka ada kemungkinan terdapat peradangan pada kelenjar tiroid.
Jika diperlukan, pemeriksaan pendukung seperti pengecekan kadar trigliserida dan kolestrol juga dapat dilakukan.

Pencitraan tiroid isotop (thyroid scan)
Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setelah pasien dipastikan menderita hipertiroidisme. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi apa yang mendasari terjadinya hipertiroidisme. Dalam pencitraan thyroid scan, pasien diminta untuk menelan suatu bahan yang mengandung zat radioaktif, dengan intensitas sangat rendah, sehingga tidak membahayakan tubuh. Yang paling umum digunakan adalah radioactive iodine. Setelah itu, dilakukan pemindaian untuk mengetahui berapa banyak isotop radiaktif yang diserap oleh kelenjar tiroid, selain juga untuk melihat bentuk kelenjar.
Jika isotop yang diserap oleh kelenjar tiroid cukup rendah, maka kondisi yang mungkin mendasari hipertioidisme adalah tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid), asupan yodium yang tinggi, atau kanker tiroid. Tapi jika kelenjar tiroid menyerap banyak isotop, kemungkinan besar penyebab hipertiroidisme adalah nodul tiroid atau penyakit Graves.

Pemindaian
Jika diperlukan, dapat dilakukan pemindaian seperti CT scan, MRI, dan USG, untuk mengetahui ukuran dan ketebalan kelenjar tiroid, serta risiko tumor.
Pengobatan Hipertiroidisme
Pengobatan yang diberikan terhadap penderita hipertiroidisme bergantung pada faktor usia, gejala yang dialami, dan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dalam darah.
Di bawah ini adalah jenis-jenis pengobatan yang biasanya disarankan untuk mengatasi hipertiroidisme, di antaranya:

Thionamide
Thionamide adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk menekan produksi hormon tiroksin dan triiodotironin. Contoh obat-obatan thionamide adalah carbimazole dan propylthiouracil. Obat ini perlu dikonsumsi sekitar 1-2 bulan agar bisa dilihat efektivitasnya terhadap hipertiroidisme.
Dosis thionamide akan diturunkan secara perlahan setelah produksi hormon oleh kelenjar tiroid mulai terkendali. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi pusing, mual, sakit persendian, nyeri perut dan ruam kulit yang gatal. Risiko mengalami hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) akibat pengobatan ini lebih kecil dibandingkan radioterapi. Pastikan untuk rutin memonitor kadar sel darah putih selama mengonsumsi obat-obatan ini.

Radioterapi
Radioiodine adalah sejenis prosedur radioterapi untuk mengobati hipertiroidisme. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid akan berkurang ketika radioactive iodine (dalam tingkat rendah dan tidak berbahaya) menyusutkan kelenjar tiroid. Pengobatan radioiodine dapat berbentuk cair atau kapsul. Pengobatan dengan bahan radioaktif ini tidak dianjurkan bagi:
Wanita yang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
Orang yang mengalami gangguan mata, seperti pandangan kabur dan bola mata yang menonjol.
Setelah menjalani pengobatan radioiodine, seorang wanita tidak boleh hamil setidaknya enam bulan setelah pengobatan berakhir. Dan untuk pria, tidak boleh menghamili wanita setidaknya empat bulan setelah pengobatan radioiodine. Hindari juga kontak dengan wanita hamil atau anak-anak saat minggu awal pengobatan untuk menghindari penularan paparan radiasi.

Keuntungan dari pengobatan dengan radioiodine adalah tingkat keberhasilannya yang sangat tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah risiko terjadinya hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) yang ditandai dengan gejala mulut atau mata kering, sakit tenggorokan, dan perubahan rasa di mulut. Disarankan untuk menggunakan obat ini dalam jangka waktu pendek untuk mengurangi bahaya paparan radiasi.

Beta-blocker
Beta-blocker atau penghambat beta adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala yang muncul akibat hipertiroidisme, seperti hiperaktif, detak jantung cepat, dan tremor. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asma. Beta-blocker diberikan setelah produksi hormon kelenjar tiroid bisa dikendalikan dengan thionamide. Efek samping yang paling umum akibat obat ini adalah mual, nyeri perut, konstipasi, diare, pusing, kaki dan tangan menggigil, insomnia, dan selalu merasa lelah.

Operasi tiroid
Operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi bisa bersifat parsial atau total. Disebut parsial jika hanya sebagian jaringan kelenjar yang diangkat, dan total jika seluruhnya diangkat. Berikut ini adalah beberapa alasan perlu dilakukannya prosedur operasi pengangkatan kelenjar tiroid, yaitu Jika hipertiroidisme muncul kembali setelah sebelumnya menjalani penanganan dengan thionamide.
Terjadi pembengkakan yang cukup parah pada kelenjar tiroid.
Tidak bisa dilakukan pengobatan radioiodine karena sedang hamil atau menyusui, serta tidak bisa dan/atau tidak mau melewati prosedur pengobatan dengan thionamide.
Pasien menderita gejala mata yang parah akibat penyakit Graves.
Untuk menghilangkan kemungkinan kambuh atau muncul kembali, disarankan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid yang ada. Mereka yang menjalani operasi tiroidektomi total diharuskan mengonsumsi obat-obatan seumur hidup untuk mengatasi hilangnya fungsi kelenjar tiroid di dalam tubuh.

Bagi penderita penyakit Graves, berikut adalah cara untuk meringankan gejala yang muncul pada kulit atau mata:
Menggunakan kacamata hitam agar terhindar dari panas atau angin kencang
Mengompres mata dengan air dingin untuk melembabkannya
Meneteskan tetes air mata sebagai pelumas mata untuk menekan rasa gatal atau kering di mata
Meninggikan kepala dari badan untuk mengurangi tekanan pada mata
Menggunakan krim oles (topikal) seperti hydrocortisone untuk mengurangi gejala kemerahan dan inflamasi pada kulit.

Komplikasi Akibat Hipertiroidisme
Seorang penderita hipertiroidisme berisiko mengalami komplikasi apabila kondisinya tidak ditangani.

Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:
Oftalmopati Graves. Gangguan mata ini disebabkan oleh penyakit Graves. Gejala yang bisa muncul meliputi mata kering atau mengeluarkan air mata berlebihan, penglihatan kabur, mata bengkak, dan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya.
Keguguran dan preeklampsia. Wanita hamil dengan riwayat penyakit Graves atau yang menderita hipertiroidisme lebih berisiko mengalami komplikasi seperti keguguran, preeklampsia dan eklampsia (kejang-kejang pada masa kehamilan), kelahiran prematur, serta bayi dengan berat badan lahir rendah.
Hipotiroidisme. Dampak dari pengobatan terhadap hipertiroidisme adalah kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroksin dan triiodotironin. Sebagai akibatnya, terjadilah hipotiroidisme. Beberapa gejala hipotiroidisme adalah kelelahan berlebihan, konstipasi, sensitif terhadap dingin, depresi, dan peningkatan berat badan.
Badai tiroid (thyroid storm). Ini adalah kondisi munculnya gejala yang parah dan tiba-tiba akibat sistem metabolisme yang berjalan terlalu cepat. Ini bisa terjadi ketika hipertiroidisme tidak ditangani atau tidak terdiagnosis. Selain itu, badai tiroid bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya infeksi, kehamilan, tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan kerusakan kelenjar tiroid akibat cedera pada leher. Badai tiroid merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera. Beberapa gejalanya meliputi nyeri dada, diare, demam, menggigil, merasa ketakutan dan kebingungan, kuning pada kulit dan bola mata.
Gangguan jantung, seperti detak jantung cepat, kelainan irama jantung, dan gagal jantung.
Osteoporosis atau tulang rapuh. Kekuatan tulang bergantung kepada jumlah kalsium dan mineral lain di dalamnya. Tubuh akan kesulitan memasukkan kalsium ke dalam tulang ketika terganggu dengan banyaknya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

Gejala Hipertiroidisme
Tiroid adalah kelenjar di bagian depan leher yang mengendalikan metabolisme dan fungsi normal tubuh, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan mempengaruhi denyut jantung, otot, juga tulang. Percepatan metabolisme akibat hipertiroidisme bisa menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh manusia. Tiap penderita bisa mengalami tingkat keparahan, jangkauan, dan frekuensi gejala yang berbeda-beda.

Gejala yang umumnya ditemukan pada penderita hipertiroidisme adalah:

  • Berat badan turun tanpa alasan yang jelas.
  • Hiperaktif. Penderita menjadi tidak akan bisa diam dan dipenuhi perasaan cemas.
  • Mudah marah dan emosional.
  • Insomnia atau kesulitan untuk tidur pada malam hari.
  • Konsentrasi menurun.
  • Berkeringat secara berlebihan dan sensitif terhadap suhu panas.
  • Libido menurun.
  • Otot terasa lemas.
  • Diare.
  • Kemandulan.
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur, jarang, atau berhenti sekaligus.
  • Pada penderita diabetes, hipertiroidisme bisa menyebabkan rasa haus dan sangat lelah.


Selain itu terdapat juga tanda klinis atau gejala lain yang mungkin dapat ditemukan pada penderita hipertiroidisme, antara lain:

  • Pembesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada leher.
  • Palpitasi atau denyut jantung yang cepat dan/atau tidak beraturan.
  • Kulit yang hangat dan lembap.
  • Kedutan otot.
  • Tremor atau gemetaran.
  • Munculnya biduran (urtikaria) atau ruam.
  • Rambut rontok secara tidak merata.
  • Telapak tangan berwarna kemerahan.
  • Struktur kuku melonggar.
  • Awalnya gejala yang muncul mungkin bersifat ringan, tapi ketika kadar tiroksin dalam darah meningkat, gejala akan bertambah parah.


Cara agar mencegah terjadinya Hipertiroid kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan kita

Tidak hanya rajin berolahraga saja namun tubuh kita juga harus cukup asupan gizinya.
SOP 100+ dari AFC Life Science adalah suplemen oligopeptida salmon pertama di dunia yang diproduksi dengan menggunakan nano teknologi terkini di bidang kesehatandari Jepang, Teknologi Degradasi Biologis Enzim, yang mana teknologi hidrolisis unik tersebut dipatenkan (Japanese Patent No. 3691497).
Salmon Ovary Peptide 100+ sudah memiliki no BPOM : ML 830531001482
AFC SOP100+ memiliki 3 patent:
Patent No. 1 - Cell Regeneration Effect (JP-3946238)
Membantu Memperbaiki sel dan mengaktifkan kembali sel-sel yang tidur
Tubuh manusia memilik ratusan jenis sel yang berbeda yang penting untuk kesehatan kita setiap hari. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk menjaga tubuh kita bekerja setiap harinya, seperti membuat jantung kita berdetak, otak kita berpikir, ginjal membersihkan darah kita, mengganti kulit yang terkelupas, dan seterusnya. Tugas khusus dari stem cell Salmon adalah untuk menciptakan berbagai jenis sel tersebut. Kandungan SOP100+ adalah membantu meregenerasi sel-sel baru.
 Patent No. 2 - Effect in Improvement Blood Circulation (JP-3946239)
Efek dalam Perbaikan sirkulasi pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan bahwa pembuluh darah penuh lemak adalah hal utama yang menyebabkan penyakit komplikasi pada organ tubuh seperti kolestrol, gangguan jantung dan darah tinggi. SOP100+ berfungsi membersihkan pembuluh darah Anda.

Mengapa kita bisa percaya dengan keunggulan Salmon Ovary Peptide 100+?
Karena SOP 100+ Memiliki 3 patent atas efek dari produk Salmon Ovary Peptide (Membersihkan pembuluh darah, meregenerasi sel sel baru, dan memperbaharui kulit)
Memiliki uji klinis atas produknya, bukan hanya uji klinis untuk masing-masing kandungan bahannya seperti produk - produk lain yang beredar di pasaran.
100% buatan Jepang yang sudah terkenal dengan kontrol kualitasnya, sementara di pasaran beredar produk-produk lokal lain masih diproduksi di pabrik lokal yang terkadang kontrol kualitasnya diragukan.
Menggunakan bahan baku dari telor Salmon langka dari Jepang yang dikontrol ketat kualitasnya.
Untuk kesehatan badan dan kecantikan kulit mari konsumsi Salmon Ovary Peptide 100+ - 100% Made in Japan
Harga 1 box isi 28 sachet. Rp 1.490.000
Isi sachet berupa serbuk yang mudah diminum kapan saja.
Mau CANTIK? Mau SEHAT? Wujudkan melalui AFC Life Science Indonesia.
Fast response: hubungi kami di whatsapp/ sms di 0857-7361-4609, 0856-9281-9898


Rabu, 19 Desember 2018

Mata ikan hilang dengan SOP 100+


Mengobati Mata Ikan


Mata ikan adalah benjolan keras dan kasar yang biasanya muncul di tempat yang sering mendapatkan tekanan berulang, seperti di bagian atas telapak kaki, jari kaki, antarjari kaki, maupun samping telapak kaki. Tekanan yang berulang juga dapat menyebabkan penyakit ini tumbuh ke dalam, di bawah lapisan kulit yang keras dan tebal seperti kapalan.

Namun berbeda dengan kapalan, penyakit ini lebih kecil dan memiliki bagian tengah yang keras dikelilingi oleh kulit yang meradang. Selain itu, mata ikan di kaki juga terasa menyakitkan jika disentuh. Sementara kapalan jarang sekali menyakitkan dan biasanya memiliki ukuran yang lebih besar.

Siapa pun dapat mengalami penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, di antaranya:
Anak-anak dan remaja
Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
Orang yang Pernah mengalami penyakit ini sebelumnya
Seseorang yang Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas
Seseorang yang Memiliki kaki pecah-pecah
Yang Sering memakai sepatu yang kekecilan atau kelonggaran
Yang sering Tidak menggunakan kaus kaki

Hammertoe, yaitu kelainan pada jari kaki yang bengkon dan berbentuk seperti cakar
Bunions, benjolan tulang abnormal yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki Anda.
Kelainan bentuk kaki lainnya
Dalam banyak kasus, mata ikan di kaki bukanlah suatu masalah kesehatan yang serius. Meski begitu, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri ketika Anda ingin melakukan aktivitas sehari-hari

Gejala Mata Ikan
Mata ikan menimbulkan kelainan pada kulit, yaitu penebalan, pengerasan, serta penonjolan pada kulit. Kulit juga dapat menjadi bersisik, kering, atau berminyak. Mata ikan dapat menimbulkan rasa nyeri, terutama bila ditekan. Yang membedakan dengan kapalan adalah timbulnya peradangan dan rasa nyeri pada mata ikan.
Diagnosis Mata Ikan
Berikut ini adalah dua cara untuk mendiagnosis mata ikan, yaitu:
Pemeriksaan fisik. Dari hasil pemeriksaan fisik akan diketahui penyebab penebalan kulit yang terjadi.
Foto Rontgen. Daerah sekitar tempat kulit yang menebal akan diperiksa dengan foto Rontgen untuk melihat perubahan atau kelainan fisik yang bisa mengakibatkan mata ikan.

Jenis-jenis mata ikan di kaki
Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Heloma durums
Ini adalah jenis yang paling umum dialami banyak orang. Jika Anda sering memakai sepatu yang kekecilan sehingga membuat jari-jari kaki melengkung di dalam sepatu, hal tersebut dapat menyebabkan mata ikan di kaki jadi keras.

Selain itu, ujung jari yang menekuk juga memberikan tekanan pada alas sepatu, sehingga mata ikan di kaki bisa timbul untuk melindungi jaringan bawah kulit.

2. Heloma molles
Kondisi ini terjadi ketika ujung tulang kaki Anda yang terlalu lebar membuat gesekan di antara jari kaki. Meski begitu, orang-orang yang memiliki jari kaki normal juga dapat mengalami kondisi ini.

Mata ikan di kaki jenis ini cenderung berwarna keputihan dengan tekstur yang lebih kenyal. Biasanya kondisi ini lebih sering terjadi di antara jari-jari kaki, di area kulit yang basah dan berkeringat.

Penyakit ini bisa muncul di mana saja, bukan hanya di telapak kaki
Meski sangat sering muncul di telapak kaki atau telapak tangan, tetapi kondisi ini sendiri dapat muncul di kulit bagian tubuh manapun. Biasanya nama sebutannya pun berbeda-beda, tergantung tempat di mana penyakit ini muncul.

Penyakit ini secara umum disebut verruca vulgaris. Jika muncul di bagian telapak, disebut verruca plantaris, pada wajah disebut verruca plana.
Faktor yang turut berperan adalah banyaknya keringat sehingga daerah kulit menjadi sangat lembap. Lingkungan yang lembap akan menjadi sarang pertumbuhan virus dan bakteri. Maka, tidak heran jika penyakit ini sering muncul di daerah telapak kaki mengingat kaki merupakan daerah yang sering berkeringat.

Penyebab dan Faktor Risiko Mata Ikan
Pada dasarnya, penyebab munculnya mata ikan adalah tekanan dan gesekan di area kulit yang sama berulang kali. Beberapa hal yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan dan gesekan tersebut adalah:
  • Pemakaian sepatu yang tidak nyaman. Sepatu yang terlalu sempit serta sepatu berhak tinggi bisa menekan beberapa bagian kaki. Sebaliknya, sepatu yang terlalu longgar pun dapat menyebabkan beberapa bagian kaki bergesekan berulang kali dengan bagian dalam sepatu.
  • Sering menggunakan peralatan atau bermain alat musik dengan tangan. Penebalan pada kulit bisa muncul akibat gesekan kulit tangan dengan sebuah instrumen musik atau perkakas tangan yang kita gunakan sehari-hari.
  • Tanpa kaus kaki. Tidak memakai kaus kaki atau memakai kaus kaki dengan ukuran yang tidak tepat bisa menyebabkan terjadinya gesekan antara kaki dengan alas kaki.
  • Perokok. Bagi orang yang merokok dan memakai pemantik api bisa memiliki mata ikan pada kulit jempol tangannya. Kondisi ini terjadi karena gesekan berulang pada saat menyalakan pemantik sebelum merokok.

Sedangkan di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena mata ikan, yaitu:
  • Hammertoe. Kelainan atau cacat pada jari kaki yang bengkok dan berbentuk seperti cakar.
  • Tidak menggunakan sarung tangan. Menggunakan alat yang membutuhkan ketrampilan tangan terlalu lama tanpa mengenakan sarung tangan akan mengakibatkan kulit tangan bergesekan dengan alat kerja dan berisiko menyebabkan mata ikan.
  • Bunion. Kondisi di mana muncul penonjolan pada sendi pangkal jempol kaki yang terbentuk dari tulang.
  • Orang dengan kelainan kelenjar keringat.
  • Memiliki bekas luka atau kutil.
  • Kebiasaan berjalan dengan sisi dalam atau sisi luar kaki.


 Sebelum terkena penyakit mata ikan ada baiknya kita mencari solusi untuk mencegahnya menyarang di kaki kita.
Dengan mengkonsumsi suplement anda tidak perlu takut terkena mata ikan.



SOP 100+ Mampu Mencegah Diabetes


Pencegahan Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Jenis-jenis Diabetes
Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.
diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.
Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Diagnosis Diabetes
Gejala diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Dikarenakan diabetes seringkali tidak terdiagnosis pada awal kemunculannya, maka orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin. Di antaranya adalah:
Orang yang berusia di atas 45 tahun.
Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil.
Orang yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25.
Orang yang sudah didiagnosis menderita prediabetes.
Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang mutlak akan dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Hasil pengukuran gula darah akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. Dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu.

Metode tes gula darah yang dapat dijalani oleh penderita diabetes, antara lain:
Tes gula darah sewaktu. Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
Tes gula darah puasa.  Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan bahwa seseorang menderita prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan bahwa seseorang menderita diabetes.

Tes toleransi glukosa, Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu.
Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. Tes ini akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah. Dalam tes HbA1C, pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Hasil tes HbA1C di bawah 5,7 % merupakan kondisi normal. Hasil tes HbA1C di antara 5,7-6,4% menunjukkan pasien mengalami kondisi prediabetes. Hasil tes HbA1C di atas 6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.

Komplikasi Diabetes
Sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes tipe 1 dan 2 adalah:
Penyakit jantung
Stroke
Gagal ginjal kronis
Neuropati diabetik
Gangguan penglihatan
Depresi
Demensia
Gangguan pendengaran
Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
Kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur

Diabetes akibat kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil dan bayi. Contoh komplikasi pada ibu hamil adalah preeklamsia. Sedangkan contoh komplikasi yang dapat muncul pada bayi adalah:
Kelebihan berat badan saat lahir.
Kelahiran prematur.
Gula darah rendah (hipoglikemia).
Keguguran.
Penyakit kuning.
Meningkatnya risiko menderita diabetes tipe 2 pada saat bayi sudah menjadi dewasa.

Pencegahan Diabetes
Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui. Sedangkan, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional dapat dicegah, yaitu dengan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:

Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat.
Makanan sehat umumnya mencakup berbagai nutrisi dalam jumlah yang memadai, termasuk vitamin dan mineral. tidak hanya itu, kita juga dapat mengkonsumdi suplemen kesehatan untuk tubuh kita. Sayuran hijau menempati urutan pertama dalam jenis makanan sehat karena kandungan nutrisi yang lengkap. Di antara jenis sayuran hijau, ada berbagai pilihan yang baik untuk dikonsumsi, seperti sawi hijau, brokoli, dan bayam dengan kandungan serat yang tinggi. dan SOP 100+ adalah urutan pertama buat suplemen kesehatan.



Mengonsumsi makanan sehat juga sebaiknya tetap seimbang dan beragam. Berikut kelompok makanan sehat utama lain yang harus Anda konsumsi, selain sayuran dan buah-buahan:
Daging dan telur
Daging merupakan salah satu makanan sehat yang banyak mengandung nutrisi.  Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber protein dan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan daging lainnya. Sedangkan telur tergolong sebagai salah satu bahan makanan paling bergizi karena selain tinggi protein, telur juga memiliki kandungan nutrisi yang lengkap mulai dari vitamin, mineral, lemak tak jenuh, hingga zat antioksidan.
Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kelompok makanan ini merupakan jenis makanan sehat yang renyah dan sarat akan nutrisi, termasuk magnesium dan vitamin E.
Ikan dan makanan laut lainnya
Ragam makanan laut terutama ikan, adalah jenis makanan sehat yang kaya asam lemak omega-3 dan yodium. Penelitian menunjukkan, orang yang sering makan ikan laut cenderung lebih panjang umur dan memiliki risiko lebih rendah terhadap banyak penyakit, termasuk penyakit jantung.
Susu
Susu sangat tinggi vitamin, mineral, protein hewani berkualitas dan lemak sehat. Selain itu, susu merupakan salah satu sumber kalsium terbaik. Anda juga bisa mengonsumsi susu dalam beragam bentuk produk olahan susu, seperti keju. Susu yang difermentasikan menjadi yoghurt, mengandung banyak bakteri baik untuk pencernaan.

Menjaga berat badan ideal.
Punya berat badan ideal tentu jadi idaman banyak orang. Masalahnya, apa mungkin kamu bisa memiliki berat badan ideal sepanjang hidup? Meskipun cara menjaga berat badan enggak gampang untuk sebagian orang, tapi kamu bisa kok hidup dengan bobot tubuh ideal selama mungkin.
Pertama-tama, setelah usaha menurunkan berat badan berhasil, apa yang harus kamu lakukan untuk mempertahankannya? Sebab, kebanyakan program dan metode penurunan berat badan hanya membahas di fase awal. Makanya, enggak heran bobot tubuh akan kembali naik setelah beberapa waktu. Lalu, apa yang perlu kamu lakukan untuk menjaga berat badan agar tetap ideal selama mungkin? Nah, berikut tips yang bisa kamu lakukan menurut buku Mitos dan Fakta adalah Olahraga & Yoga.
Olahraga


Bersepeda di pagi hari juga tak kalah efektif bahkan lebih baik dari pada jogging karena mampu membakar lemak lebih banyak. Dengan bersepeda rutin setiap hari paling tidak 30 menit dalam sehari, ini akan membuat tubuh kamu jadi lebih ideal, selain bagus untuk diet karena dapat menurunkan berat badan, bersepeda juga dapat melatih otot-otot tubuh jadi sangat baik juga untuk kesehatan tubuh kita.
yoga


Dari sekian banyak olahraga, Yoga merupakan yang paling identik dengan wanita, Olahraga Yoga juga sangat bagus untuk kamu yang sedang berusaha untuk diet karena bisa mengurangi berat badan dengan cepat dikarenakan olahraga ini bisa membakar lemak dan kalori dengan meditasi dan ketenangan.

Tidak lupa dengan meminum suplemen kesehatan agar tubuh lebih segar dan sehat.
SOP 100+ adalah suplemen oligopeptida salmon pertama di dunia yang diproduksi dengan menggunakan teknologi terkini dari Jepang, Teknologi Degradasi Biologis Enzim, yang mana teknologi hidrolisis unik tersebut dipatenkan (Japanese Patent No. 3691497).
Menghasilkan konsentrat peptida nano size 600 Dalton, sehingga mudah untuk diserap dan berfungsi maksimal dalam tubuh manusia.
Salmon Ovary Peptide diekstraksikan hanya dari kaviar yang berasal dari ikan Keta Salmon, yang ditemukan di bagian Laut Utara Hokkaido. Penelitian akan Salmon Ovary Peptide menggunakan proses inovatif dan dipatenkan yang dikembangkan oleh Nippon Barrier Free.
Salmon Ovary Peptide mengandung 18x lebih asam amino, kolagen, kondroitinsulfat, asam hyaluronic, asam nukleat, elastin dan komponen lainnya dibandingkan dengan plasenta rusa dan domba.



SOP 100+ Mampu Mencerahkan Kulit Secara Alami


SOLUSI MENCERAHKAN KULIT SECARA ALAMI

Masalah kulit gatal, kering, dan terkelupas kerap dialami manusia, baik muda maupun tua.
Namun masih banyak yang menyamakan perawatan kulit semua golongan usia. Padahal ini keliru besar.
Menurut pakar perawatan kulit anak, dr Matahari Arsy SpKK, dari Bamed Healthcare, beda usia, beda pula jenis penyakit kulit, dan cara penanganannya.
Kuman, asap kendaraan, maupun debu merupakan segelintir faktor yang memicu timbulnya masalah kulit. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama para remaja yang sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah. Sayangnya, masih banyak remaja yang kurang paham akan bahaya dari paparan debu dan polusi yang rentan merusak kesehatan kulit.


Kulit adalah bagian terluar dan terluas tubuh yang berfungsi sebagai penghalang tubuh dari kuman, debu, hingga polusi. Singkatnya, sebelum berbagai kotoran masuk ke dalam tubuh, kulit akan terlebih dahulu menjalankan salah satu tugasnya, yakni melindungi tubuh.
Itu sebabnya, beragam masalah kulit dapat dengan mudah menyerang Anda jika tidak pandai menjaga kebersihan kulit tubuh. Seperti yang dijelaskan oleh Doris Day, MD, seorang profesor dermatologi klinis di New York University Langone Medical Center, serangan debu dan polusi dapat mengakibatkan perubahan warna kulit, warna kulit tidak merata, sekaligus mempercepat penuaan kulit.
Pernyataan tersebut didukung oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Investigative Dermatology, yang melakukan perbandingan terhadap wanita yang telah tinggal di kota dan desa selama 24 tahun. Hasilnya membuktikan bahwa wanita yang lebih sering terkena debu dan polusi, lebih rentan untuk memiliki bintik-bintik gelap dan kerutan pada kulit. Ini menunjukkan kalau ternyata matahari bukanlah satu-satunya penyebab kerusakan kulit.

partikel-partikel terkecil dari debu, asap, dan polutan yang berasal dari knalpot kendaraan maupun hasil pembakaran, dilepaskan dengan bebas ke udara. Saat partikel-partikel ini terbang dan kemudian menempel pada kulit Anda, mereka tidak hanya “singgah” di permukaan kulit saja, melainkan bisa masuk dan tinggal di dalam pori-pori kulit.
Terlebih lagi, ukuran partikel-partikel ini hampir 20 kali lebih kecil dibandingkan dengan ukuran pori-pori kulit sehingga memudahkan partikel untuk menyusup ke lapisan epidermis. Lambat laun, jika tidak dibersihkan dan dirawat dengan optimal, maka akan muncul beragam masalah kulit pada remaja. Misalnya hilangnya elastisitas kulit, kulit kering, kasar, kemerahan (ruam), hingga tampak kusam.
Kondisi-kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, bahkan berbahaya bagi kesehatan kulit di kemudian hari. Oleh karena itu, kulit juga butuh perawatan yang tepat agar tidak mudah rusak dan tetap terjaga kecantikannya.

Setelah mengetahui bahaya dari debu dan polusi yang mengancam kesehatan kulit Anda, tentu sangat penting untuk menyisipkan rutinitas sederhana, tapi dapat berdampak positif bagi kulit. Ya, selain merawat kulit wajah di usia remaja, kulit tubuh juga tidak kalah penting untuk senantiasa dijaga kebersihannya.
Maka itu, biasakan untuk selalu memberi perlindungan pada kulit.
Tapi jangan asal memilih perawatan utuk kulit sehat, karena bisa jadi kamu menggunakan produk yang sebaliknya.



Salmon Ovary Peptide 100+ mendapatkan 3 paten manfaat dari tiga negara (Jepang, Korea, dan Cina)
  • Efek Regenerasi sel
  • Efek dalam memperbaiki sirkulasi pembuluh darah
  • Efek dalam perbaikan Kulit


Manfaat :
  • Membantu memperbaiki sel sel yang rusak dan mengaktifkan kembali sel  sel yang tidur.
  • Efek dalamperbaikan sirkulasi pembuluh darah
  • Meregenerasi sel sel baru, sehingga sel sel kulit kembali muda.


Manfaat mengkonsumsi SOP 100+
SOP 100+ ini tentunya mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita, seperti Elastin, Collagen, vitamin E, Asam amino, Protein, Omega 3, dan sebagainya.
Itu sebabnya mengkonsumsi suplement SOP 100+ ini secara teratur membuat kesehatan tubuh jadi semakakin baik.
Beberapa manfaat yang akan diproleh tubuh kita saat mengkonsumsi SOP 100+ salah satunya mencegah penuaan dini.
Ikan salmon ini mengandung Vitamin E yang baik untuk menjaga kesehatan kulit, seperti mencegah proses penuaan dini, mengatasi guratan halus pada kulit, serta mengurangi berbagai macam pengaruh negatif yang anda peroleh dari pengobatan lain

Mengapa kita bisa percaya dengan keunggulan Salmon Ovary Peptide 100+?
Karena SOP 100+ Memiliki 3 patent atas efek dari produk Salmon Ovary Peptide (Membersihkan pembuluh darah, meregenerasi sel sel baru, dan memperbaharui kulit)
Memiliki uji klinis atas produknya, bukan hanya uji klinis untuk masing-masing kandungan bahannya seperti produk - produk lain yang beredar di pasaran.
100% buatan Jepang yang sudah terkenal dengan kontrol kualitasnya, sementara di pasaran beredar produk-produk lokal lain masih diproduksi di pabrik lokal yang terkadang kontrol kualitasnya diragukan.
Menggunakan bahan baku dari telor Salmon langka dari Jepang yang dikontrol ketat kualitasnya.
Untuk kesehatan badan dan kecantikan kulit mari konsumsi Salmon Ovary Peptide 100+ - 100% Made in Japan
Harga 1 box isi 28 sachet. Rp 1.490.000
Isi sachet berupa serbuk yang mudah diminum kapan saja.
Mau CANTIK? Mau SEHAT? Wujudkan melalui AFC Life Science Indonesia.
Fast response: hubungi kami di whatsapp/ sms di 0857-7361-4609, 0856-9281-9898


Selasa, 18 Desember 2018

SOP 100+ MENYEMBUHKAN STROK

MENGATASI PENYAKIT STROKE

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau darah berkurang, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Dalam beberapa menit, sel-sel otak mulai mati. Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen.



Ada 3 jenis kondisi
1. Stroke iskemik
strok iskemik terjadi saat arteri yang mengangkut oksigen dan nutrien ke otak tersumbat. Ada dua jenis stroke iskemik: trombotik dan embolik. Sekitar 50% dari seluruh kasus stroke merupakan stroke trombotik. Kondisi ini terjadi saat arteri otak tersumbat oleh darah yang menggumpal di otak. Di sisi lain, stroke embolik disebabkan oleh gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh lain (seringkali dari jantung). Gumpalan darah akan bergerak mengiringi aliran darah dan tersangkut di dalam arteri otak. Gumpalan darah menghalangi darah yang mengalir ke otak. Tanpa pasokan oksigen dan nutrien yang cukup, sel-sel otak akan segera berhenti bekerja. Dalam beberapa menit, sel tersebut dapat mati kecuali jika aliran darah ke otak lancar kembali.

Stroke iskemik adalah jenis stroke yang paling umum. Sebanyak 88% kasus stroke berupa stroke iskemik. Serangan stroke umumnya menyerang pasien berusia 60 tahun atau lebih, terutama pasien dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan merokok.
Penyebab Stroke Iskemik
Stroke iskemik terjadi saat arteri yang memasok darah ke otak tersumbat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:
Emboli atau trombus (penggumpalan darah)
Aterosklerosis - Kondisi arteri yang menyempit karena penumpukan plak. Ketika banyak plak yang menumpuk di satu tempat, darah tidak dapat mengalir dengan baik. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri lain, bukan hanya yang mengalir ke otak. Jika terjadi pada arteri koroner, atau pembuluh yang memasok darah ke jantung, maka kondisi tersebut dapat berujung pada serangan jantung.

Faktor risiko utama yang memicu stroke iskemik adalah:
  • Usia - Risiko stroke meningkat setelah seseorang menginjak usia 55 tahun
  • Fibrilasi atrium
  • Diabetes
  • Pola makan kaya kolesterol, natrium, gula, atau lemak trans atau jenuh
  • Kadar kolesterol jahat yang tinggi atau kolesterol baik yang rendah
  • Tekanan darah tinggi
  • Riwayat serangan iskemik sesaat (transient ischemic attack) atau stroke ringan
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Gaya hidup pasif
  • Merokok
  • Gejala Utama Stroke Iskemik

Stroke iskemik membuat separuh bagian otak berhenti bekerja. Hal ini berujung memicu tanda dan gejala berikut:
  • Mati rasa atau salah satu sisi tubuh terasa lemah
  • Kelumpuhan wajah atau paralisis
  • Mendadak bingung dan sulit berbicara atau memahami
  • Hilang koordinasi atau keseimbangan
  • Gangguan penglihatan mendadak
  • Sakit kepala berat yang mendadak
  • Sulit berjalan atau terjatuh tanpa sebab


2. Stroke hemoragik
Stroke hemoragik adalah kondisi pecahnya salah satu arteri dalam otak yang memicu perdarahan di sekitar organ tersebut sehingga aliran darah pada sebagian otak berkurang atau terputus. Tanpa pasokan oksigen yang dibawa sel darah, sel otak dapat cepat mati sehingga fungsi otak dapat terganggu secara permanen.
Perdarahan saat pecahnya pembuluh darah dalam otak disebut dengan perdarahan intraserebral, sedangkan perdarahan pada pembuluh darah pada ruang di antara lapisan pembungkus otak bagian tengah dan dalam disebut dengan perdarahan subarachnoid.
Gejala Stroke Hemoragik
Gejala yang muncul karena serangan stroke hemoragik dapat berbeda-beda, tergantung seberapa besar jaringan yang terganggu, lokasi, serta tingkat keparahan perdarahan yang terjadi.

Gejala stroke hemoragik intraserebral (perdarahan otak), di antaranya adalah:
  • Sakit kepala berat.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kejang.

Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah lemah, kelumpuhan pada satu sisi tubuh, gangguan berbicara, mata tidak dapat digerakkan menuju arah tertentu, gangguan penglihatan, dan terlihat bingung.

Sementara itu, stroke hemoragik subarachnoid (perdarahan subarachnoid) ditunjukkan dengan gejala awal berupa penglihatan ganda dan sakit kepala yang terjadi tiba-tiba. Gejala tersebut terjadi sebelum pembuluh darah pecah. Setelah pecahnya pembuluh darah, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
  • Nyeri di daerah wajah atau sekitar mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Leher kaku.
  • Penurunan kesadaran.

Gejala pada perdarahan subarachnoid dapat memburuk dalam waktu 24 jam, di mana cairan serebrospinal mengiritasi selaput pelindung otak (meningens) sehingga mengakibatkan gejala kaku leher, nyeri punggung, pusing, serta dapat diikuti dengan muntah. Gejala perdarahan berat hingga penurunan kesadaran dapat terjadi secara mendadak, sehingga penderita harus segera dilarikan ke rumah sakit. Tidak jarang penderita menjadi koma atau bahkan meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Penyebab Stroke Hemoragik
Penyebab stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicunya, antara lain adalah:
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Cedera kepala berat.
  • Ketidaknormalan pembuluh darah di otak sejak lahir (cacat bawaan berupa malformasi pembuluh darah arteri dan vena).
  • Aneurisma otak.
  • Penyakit liver.
  • Kelainan darah, contohnya penyakit anemia sel sabit dan hemofilia.
  • Tumor otak.
  • Efek samping penggunaan obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti warfarin.

Diagnosis Stroke Hemoragik
Seorang pasien dapat didiagnosis mengalami stroke hemoragik berdasarkan gejala, yang ditunjang dengan pemeriksaan. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan seperti:
  • CT scan atau MRI untuk mengetahui seberapa besar kerusakan jaringan pada otak, serta angiografi otak untuk mengetahui perkembangan perdarahan yang terjadi.
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal dengan mengambil cairan dari area otak dan tulang belakang. Pemeriksaan ini hanya dilakukan jika hasil CT scan atau MRI masih tidak memadai.

3. Stroke ringan
Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan adalah kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Kondisi ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Anda memiliki risiko stroke ringan yang lebih tinggi apabila Anda pernah mengalami transient ischemic attack.
Gejala stroke ringan
Stroke Ringan atau transient ischemic attack (TIA), yang juga dikenal dengan ministroke, adalah keadaan di mana saraf kekurangan oksigen akibat dari aliran darah yang terganggu yang berlangsung kurang dari 24 jam, biasanya dalam waktu beberapa menit. Stroke ringan juga muncul ketika bagian otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Tanda dan gejala stroke ringan sama dengan stroke lainnya, tetapi dapat berlalu lebih cepat.
Suatu ministroke biasanya berlangsung antara beberapa menit dan beberapa jam. Gejala stroke ringan dapat berlalu begitu cepat sehingga seseorang nyaris tidak memperhatikannya. Misalnya, seseorang mungkin mengalami kesulitan berbicara atau bergerak selama beberapa menit sebelum berfungsi kembali.
Mengalami ministroke adalah peringatan bahwa Anda berisiko tinggi terkena stroke. Untuk mengatasi risiko ini, harus segera diobati.
Satu dari setiap tiga orang yang mengalami ministroke akhirnya mengalami stroke iskemik dalam satu tahun dari ministroke. Seringkali, stroke terjadi dalam beberapa hari atau minggu setelah mengalami kondisi ini.



Cara agar mencegah terjadinya Stroke kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan kita
Tidak hanya rajin berolahraga saja namun tubuh kita juga harus cukup asupan gizinya.
SOP 100+ dari AFC Life Science adalah suplemen oligopeptida salmon pertama di dunia yang diproduksi dengan menggunakan nano teknologi terkini di bidang kesehatandari Jepang, Teknologi Degradasi Biologis Enzim, yang mana teknologi hidrolisis unik tersebut dipatenkan (Japanese Patent No. 3691497).
Salmon Ovary Peptide 100+ sudah memiliki no BPOM : ML 830531001482
AFC SOP100+ memiliki 3 patent:
Patent No. 1 - Cell Regeneration Effect (JP-3946238)
Membantu Memperbaiki sel dan mengaktifkan kembali sel-sel yang tidur
Tubuh manusia memilik ratusan jenis sel yang berbeda yang penting untuk kesehatan kita setiap hari. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk menjaga tubuh kita bekerja setiap harinya, seperti membuat jantung kita berdetak, otak kita berpikir, ginjal membersihkan darah kita, mengganti kulit yang terkelupas, dan seterusnya. Tugas khusus dari stem cell Salmon adalah untuk menciptakan berbagai jenis sel tersebut. Kandungan SOP100+ adalah membantu meregenerasi sel-sel baru.
 Patent No. 2 - Effect in Improvement Blood Circulation (JP-3946239)
Efek dalam Perbaikan sirkulasi pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan bahwa pembuluh darah penuh lemak adalah hal utama yang menyebabkan penyakit komplikasi pada organ tubuh seperti kolestrol, gangguan jantung dan darah tinggi. SOP100+ berfungsi membersihkan pembuluh darah Anda.

Mengapa kita bisa percaya dengan keunggulan Salmon Ovary Peptide 100+?
Karena SOP 100+ Memiliki 3 patent atas efek dari produk Salmon Ovary Peptide (Membersihkan pembuluh darah, meregenerasi sel sel baru, dan memperbaharui kulit)
Memiliki uji klinis atas produknya, bukan hanya uji klinis untuk masing-masing kandungan bahannya seperti produk - produk lain yang beredar di pasaran.
100% buatan Jepang yang sudah terkenal dengan kontrol kualitasnya, sementara di pasaran beredar produk-produk lokal lain masih diproduksi di pabrik lokal yang terkadang kontrol kualitasnya diragukan.
Menggunakan bahan baku dari telor Salmon langka dari Jepang yang dikontrol ketat kualitasnya.
Untuk kesehatan badan dan kecantikan kulit mari konsumsi Salmon Ovary Peptide 100+ - 100% Made in Japan
Harga 1 box isi 28 sachet. Rp 1.490.000
Isi sachet berupa serbuk yang mudah diminum kapan saja.
Mau CANTIK? Mau SEHAT? Wujudkan melalui AFC Life Science Indonesia.
Fast response: hubungi kami di whatsapp/ sms di 0857-7361-4609, 0856-9281-9898