Kanker kelenjar getah bening dikenal juga dengan istilah kanker limfoma, yaitu kanker darah dalam sistem
limfatik yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.
Kelenjar getah bening bertugas
untuk menghasilkan sel imun yang berfungsi sebagai sistem perlawanan ketika
terdapat zat membahayakan di dalam tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening
terjadi ketika produksi sel imun yang dihasilkan terlalu banyak.
Kelompok kelenjar getah bening
dapat ditemukan di leher, ketiak, selangkangan, perut, panggul dan dada.
Kelenjar getah bening
bersirkulasi di sel darah putih. Ketika konsentrasi sel darah putih meningkat
sebagai bagian dari respons kekebalan tubuh terhadap virus atau infeksi,
kelenjar getah bening bisa membengkak. Dalam beberapa kasus, pembengkakan disebabkan
oleh kondisi lain, seperti kanker.
Beberapa faktor yang dapat
menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, di antaranya :
- Infeksi, seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi kulit, HIV, campak, dan tuberkulosis.
- Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.
- Penggunaan obat-obatan, seperti obat antikonvulsan dan vaksin tifus.
- Kanker, seperti limfoma atau kanker nasofaring.
Berikut 6 gejala Klenjar getah
bening :
1. Bengkak di daerah kelenjar
getah bening
Kanker ini awalnya akan menimbulkan bengkak atau benjolan di daerah tubuh yang terdapat kelenjar getah bening. Umumnya muncul di sekitar leher, ketiak, dan pangkal paha. "Belum tentu leher bengkak itu limfoma. Kalau limfoma, benjolannya biasanya lebih dari satu atau seperti bergerombol dan tidak terasa sakit.
Kanker ini awalnya akan menimbulkan bengkak atau benjolan di daerah tubuh yang terdapat kelenjar getah bening. Umumnya muncul di sekitar leher, ketiak, dan pangkal paha. "Belum tentu leher bengkak itu limfoma. Kalau limfoma, benjolannya biasanya lebih dari satu atau seperti bergerombol dan tidak terasa sakit.
2. Penurunan berat badan
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai limfoma. Biasanya, penurunan berat badan lebih dari 10 persen dan setidaknya terjadi selama 6 bulan.
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai limfoma. Biasanya, penurunan berat badan lebih dari 10 persen dan setidaknya terjadi selama 6 bulan.
3. Berkeringat malam hari
Berkeringat malam hari yang menjadi gejala limfoma bukan karena melakukan aktivitas fisik. Pada pasien limfoma, bisa keluar keringat pada malam hari, meskipun udara dingin atau kamar memakai AC. Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu. Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal.
Berkeringat malam hari yang menjadi gejala limfoma bukan karena melakukan aktivitas fisik. Pada pasien limfoma, bisa keluar keringat pada malam hari, meskipun udara dingin atau kamar memakai AC. Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu. Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal.
4. Demam
Banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang timbul.
Banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang timbul.
5. Kelelahan
Pasien limfoma biasanya juga akan merasa sangat lelah atau lemah. Misalnya, napas menjadi pendek dan sulit bernapas saat tingginya aktivitas, padahal sebelumnya baik-baik saja.
Pasien limfoma biasanya juga akan merasa sangat lelah atau lemah. Misalnya, napas menjadi pendek dan sulit bernapas saat tingginya aktivitas, padahal sebelumnya baik-baik saja.
6. Perut terasa penuh
Gejala lainnya, yaitu perut terasa nyeri atau kurang nyaman. Selain itu juga terasa penuh di perut. Jika beberapa gejala ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Gejala lainnya, yaitu perut terasa nyeri atau kurang nyaman. Selain itu juga terasa penuh di perut. Jika beberapa gejala ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera periksa ke dokter.
penyebab pembengkakan kelenjar
getah bening :
Pembengkakan kelenjar getah
bening bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari infeksi ringan
sampai penyakit kronis seperti kanker getah bening. Berikut ini hal-hal yang
dapat memicu atau memperparah kondisi Anda.
1. Infeksi telinga
Perhatikan kelenjar bagian mana
yang mengalami pembengkakan. Biasanya, pembengkakan kelenjar getah bening di
area kepala dan leher menandakan infeksi telinga.
Infeksi telinga sendiri bisa
disebabkan oleh alergi atau infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Anak-anak
lebih sering kena infeksi telinga daripada orang dewasa. Namun, jenis infeksi
ini memang bisa menyerang siapa saja.
2. Infeksi virus
Ada banyak jenis virus yang bisa
menyerang tubuh dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya lokasi
pembengkakan kelenjar getah bening akan menentukan di mana lokasi infeksi virus
terjadi.
Berikut adalah jenis-jenis virus
yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening :
- Varicella-zoster, yaitu virus penyebab cacar air dan herpes zoster.
- Rubeola, yaitu virus yang mengakibatkan penyakit campak.
- HIV, yaitu virus menular yang jadi penyebab penyakit AIDS.
- Herpes simplex, yaitu virus penyebab herpes oral, herpes genital, dan herpes encephalitis.
- Flu, yaitu virus yang menyebabkan penyakit influenza.
3. Infeksi bakteri
Beberapa jenis bakteri yang masuk
dalam tubuh Anda bisa menyebabkan infeksi. Infeksi bakteri tertentu dapat
menimbulkan gejala yaitu pembengkakan kelenjar getah bening. Ini dia daftar
jenis bakterinya.
Streptococcus atau strep, yaitu
bakteri penyebab penyakit radang tenggorokan atau pembengkakan amandel.
Staphylococcus atau staph, yaitu
bakteri penyebab keracunan makanan, toxic shock syndrome (TSS), atau mastitis.
Mycobacterium tuberculosis, yaitu
bakteri yang mengakibatkan penyakit tuberkulosis (TB atau TBC).
4. Infeksi HIV/AIDS
Human Immunodeficiency Virus
(HIV) adalah virus yang mengakibatkan penyakit AIDS. Virus ini kadang tidak
menunjukkan gejala apa pun pada penderitanya, sehingga Anda bisa saja terlambat
didiagnosis. Padahal, terlambat mendeteksi penyakit ini bisa berakibat fatal.
Karena itu, bila Anda mengalami
pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha yang
disertai dengan gejala lain seperti lemas, nyeri otot, dan sakit kepala, segera
periksa ke dokter.
5. Infeksi gigi
Infeksi pada area gusi dan gigi
bisa menunjukkan gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening. Infeksi
gigi biasanya disebabkan oleh abses gigi, yaitu penumpukan nanah karena
bakteri.
6. Mononukleosis
Kelenjar limfa yang membengkak di
leher dan ketiak bisa menandakan mononukleosis, yaitu penyakit yang disebabkan
oleh virus. Virus yang ditularkan melalui air liur ini membuat penderitanya
sakit tenggorokan, demam, lemas, gatal-gatal, sakit kuning, mimisan, hingga
sesak napas.
7. Infeksi kulit
Berbagai jenis penyakit kulit
juga bisa membuat kelenjar limfa Anda membengkak. Apalagi kalau Anda mengalami
gejala-gejala lain seperti muncul ruam, kulit jadi kemerahan, terasa perih atau
panas, dan gatal-gatal. Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit yang
mungkin ditandai dengan bengkaknya kelenjar limfa.
Eksim, terutama pada bayi dan
anak-anak.
Dermatitis kontak.
Abses kulit (kulit bernanah)
akibat infeksi bakteri.
Kutu rambut yang bersarang di
kulit kepala.
8. Radang tenggorokan
Radang tenggorokan adalah jenis
penyakit yang cukup umum. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Misalnya dari
infeksi virus, infeksi bakteri, alergi, iritasi pada tenggorokan, pembengkakan
amandel, atau cedera (trauma) tertentu pada bagian leher dan tenggorokan.
Kondisi-kondisi tersebut
menyebabkan peradangan. Hal ini bisa dilihat dari pembengkakan kelenjar limfa
di area leher atau rahang.
9. Gangguan sistem imun
Gangguan pada sistem kekebalan
tubuh Anda bisa membuat Anda lebih lemah dan rentan diserang penyakit.
Pasalnya, sistem yang bertugas untuk mempertahakan diri dari ancaman penyakit
sudah melemah atau terganggu.
Nah, biasanya gangguan sistem
imun sering menyerang orang yang punya penyakit autoimun. Misalnya penyakit
rematik (rheumatoid arthritis) dan lupus. Gejalanya antara lain adalah
pembengakakan kelenjar limfa dan badan lemas.
10. Hati-hati, jangan remehkan
gangguan seperti pembengkakan pada kelenjar getah bening Anda. Kondisi ini bisa
jadi awal mula dari penyakit kanker.
Misalnya di dalam tubuh Anda
sudah ada sel kanker yang bersarang. Kemudian sel kanker ini berpindah tempat
tinggal melalui pembuluh limfa. Perpindahan inilah yang lantas membuat kelenjar
getah bening Anda membesar.
Setelah pindah dan menyebar ke
bagian tubuh lain, sel kanker bisa menetap dan tumbuh menyerang sel-sel di
bagian tubuh tersebut.
Beberapa jenis kanker yang
menunjukkan gejala pembengkakan kelenjar limfa antara lain kanker kulit, kanker
payudara, leukimia, kanker paru, kanker perut, kanker getah bening limfoma
Hodgkin, serta kanker getah bening limfoma non-Hodgkin.
Kanker getah bening dan jenis
kanker lainnya masih bisa dikendalikan pada tahap stadium awal. Karena itu,
penting bagi Anda untuk mendeteksi kanker getah bening atau kanker lain sedini
mungkin.
11. Penyakit menular seksual
Beberapa jenis penyakit menular
seksual bisa menimbulkan gejala pembengkakan kelenjar getah bening. Di
antaranya yaitu sipilis (raja singa), gonore , dan klamidia. Apalagi kalau
kelenjar yang membengkak ada di area pangkal paha.
CARA MENGOBATI KELENJAR GETAH
BENING
Berikut adalah gaya hidup dan
pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi pembengkakan kelenjar
getah bening :
- Menggunakan penawar rasa sakit seperti ibuprofen atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs.
- Menghindari pemberian aspirin pada anak karena risiko Reye’s syndrome.
- Mengompres hangat pada area yang bengkak dengan kain hangat dan basah.
- Istirahat yang cukup.
- Kumur air garam. Kalau pembengkakan kelenjar terjadi di area leher, telinga, rahang, atau kepala, Anda bisa berkumur dengan garam yang dilarutkan dalam air hangat. Berkumurlah selama kira-kira sepuluh sampai dua puluh detik. Kemudian buang airnya. Ulangi sebanyak tiga sampai lima kali sehari.
- minum obat herbal
Untuk Tumor Otak bisa diperbaiki dengan konsumsi
nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah
yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki
kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupun karena aus. Nutrisi
herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA .
Bila Anda mengabaikan atau tidak
mengobati pembengkakan kelenjar getah bening, Anda bisa mengalami berbagai
komplikasi yang berbahaya. Termasuk di antaranya yaitu muncul luka bernanah
akibat infeksi dan sepsis atau keracunan darah. Hati-hati, sepsis bisa
menyebabkan kematian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar