Asma adalah penyakit kronis yang
disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernapasan. Peradangan ini membuat
saluran pernapasan bengkak dan sangat sensitif. Akibatnya, saluran pernapasan
menyempit, menyebabkan kurangnya udara yang mengalir ke paru-paru.
Sel di saluran pernapasan juga
mungkin membuat lebih banyak lendir dari biasanya. Lendir ini selanjutnya dapat
makin mempersempit saluran pernapasan.
Ada lima jenis umum dari asma,
termasuk:
- Exercise-induced asthma
- Asma nocturnal (malam hari)
- Occupational asthma
- Cough-variant asthma
- Asma alergi
Penyebab Asma :
Sampai saat ini belum diketahui
secara jelas apa saja penyebab asma. Akan tetapi serangan asma dapat terjadi
ketika Anda terpapar pemicu asma. Pemicu asma ini dapat berbeda-beda pada
setiap orang.
Oleh karena itu bagi Anda atau
orang terdekat yang memiliki asma, penting untuk memahami berbagai hal yang
dapat memicu gejala asma. Berikut berbagai penyebab asma kambuh yang paling
umum:
1. Alergi
gejala asma saat hamil; reaksi
alergi ibu hamil
Alergi merupakan salah satu
penyebab asma yang paling umum. Pasalnya, alergi dan asma saling berkaitan satu
sama lain.
Pada orang yang memiliki alergi,
sistem kekebalan tubuh justru menghasilkan antibodi bernama histamin untuk
melawan zat-zat yang sebenarnya tidak
membahayakan. Misalnya makanan atau bulu binatang. Histamin kemudian akan
beredar ke seluruh organ tubuh, seperti kulit, mata, hidung, saluran napas,
paru-paru, dan saluran pencernaan lewat aliran darah. Akibatnya, tubuh akan
memunculkan beragam reaksi berlebihan. Salah satunya adalah sesak napas khas
asma.
Secara umum ada dua alergi yang
dapat menjadi penyebab asma, yaitu alergi terhirup dan alergi makanan.
a. Alergi terhirup
Alergi dapat menjadi penyebab
asma ketika seseorang menghirup udara yang mengandung zat-zat tertentu. Sekitar
80 persen orang dengan asma memiliki alergi yang disebabkan oleh bulu binatang,
tungau debu, kecoa, hingga serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga.
Dalam sebuah penelitian,
anak-anak yang tinggal di rumah banyak kecoanya empat kali lebih mungkin
mengalami asma kambuhan dibandingkan anak-anak yang rumahnya bersih dari
paparan kecoa.
b. Alergi makanan
Dalam kasus yang jarang, alergi
makanan juga dapat menjadi penyebab asma. Gejala asma bisa terjadi ketika
reaksi alergi berkembang makin parah menjadi syok anafilaktik setelah makan
makanan tertentu.
Berikut beberapa makan yang
paling sering menyebabkan gejala alergi di antaranya:
- Susu sapi
- Telur
- Kacang kacangan
- Ikan
- Kerang-kerangan
- Kacang pohon (seperti kacang mete atau kenari)
- Gandum
- Kedelai
- Buah segar
Gejala alergi makanan dapat
berkisar dari ringan sampai berat, dan mungkin datang tiba-tiba atau selama
beberapa jam. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang mungkin bereaksi terhadap
jumlah yang sangat kecil dari alergen, alergi makanan sangat berbahaya dan
berpotensi mengancam nyawa terutama jika memengaruhi pernapasan. Karena itu,
orang dengan asma memiliki peningkatan risiko untuk memunculkan reaksi alergi
yang fatal terhadap makanan.
2. Olahraga
bahaya olahraga berlebihan
Tidak semua orang yang gemar
olahraga lantas akan mengalami asma. Namun khususnya pada orang-orang tertentu
yang sudah punya asma sebelumnya, gejala mereka bisa bertambah parah akibat
olahraga. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi orang yang tidak pernah
punya asma (termasuk atlet) justru mengalaminya hanya saat mereka berolahraga.
Kenapa?
Ketika berolahraga atau
beraktivitas berat, seperti naik tangga contohnya, Anda mungkin tanpa sadar
menarik dan buang napas lewat mulut. Cara bernapas seperti ini bisa penjadi
penyebab asma muncul.
Mulut tidak memiliki
rambut-rambut halus dan rongga sinus seperti hidung yang berfungsi membantu
melembapkan udara yang masuk. Udara kering dari luar yang masuk ke paru lewat
mulut akan memicu penyempitan saluran napas sehingga Anda sulit bernapas lega.
Anda mungkin mengalami gejala
asma seperti sesak napas, batuk-batuk, dan napas mengi berbunyi “ngik-ngik”
dalam 5-20 menit pertama berolahraga. Gejala asma karena olahraga tersebut
biasanya dapat mereda dalam hitungan menit atau bahkan beberapa jam setelahnya.
Penggunaan inhaler asma sebelum
memulai olahraga bisa jadi salah satu cara mencegah terjadinya serangan asma
ketika berolahraga. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemanasan
pelan-pelan lebih dulu sebelum memulai olahraga. Jangan pula memaksakan
berolahraga terlalu berat di luar kemampuan tubuh.
3. Asam lambung naik
tips mencegah maag kambuh obat
maag sucralfate
Studi terbaru menunjukkan bahwa
lebih dari 80 persen orang pengidap asma ternyata juga memiliki riwayat
penyakit GERD parah. Nyatanya, orang dengan penyakit asma hampir dua kali lebih
rentan terkena GERD dibanding mereka yang bukan penderita asma.
GERD adalah gangguan pencernaan
kronis yang ditandai dengan kenaikan asam lambung lebih dari 2-3 kali setiap
minggu. Penyebabnya adalah katup berotot (sfingter) di ujung paling atas
lambung tidak bisa menutup dengan baik untuk menjaga asam lambung tetap ada di
dasar lambung. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan. Jika asam lambung
naik ke kerongkongan atau saluran napas, maka akan menyebabkan iritasi dan
peradangan bronkus yang dapat memicu serangan asma.
Dikutip dari laman Mayo Clinic,
asam lambung dapat membuat gejala asma memburuk dan asma dapat memperburuk
gejala refluks asam lambung. Penyakit GERD biasanya muncul pada saat tidur malam
ketika penderitanya dalam posisi tidur berbaringg Itu mungkin juga kenapa
gejala asma seringnya kambuh pada malah hari pada orang-orang tertentu.
Beberapa tanda yang menunjukkan
refluks asam lambung sebagai penyebab asma termasuk :
Baru memunculkan gejala asma pada
masa dewasa
Tidak memiliki riwayat penyakit
asma dari keluarga
Gejala asma yang memburuk setelah
makan besar atau olahraga
Gejala asma yang terjadi saat
minum minuman beralkohol
Gejala asma yang terjadi pada
malam hari atau saat berbaring
Obat asma kurang efektif dari
biasanya
Tidak memiliki riwayat alergi
atau bronkitis
Jika Anda memiliki salah satu
dari tanda yang sudah disebutkan di atas, biasanya dokter akan melakukan tes
khusus untuk memastikan diagnosis. Dengan begitu, dokter dapat menentukan
perawatan yang tepat untuk Anda.
4. Merokok
Orang yang merokok lebih
cenderung terkena asma dibandingkan yang mereka yang tidak merokok. Jika Anda
memiliki asma dan merokok, maka hal tersebut dapat membuat gejala asma semakin
memburuk.
Wanita yang merokok selama hamil
juga dapat meningkatkan risiko mengi pada janinnya. Tak hanya itu saja. Bayi
yang ibunya merokok selama kehamilan juga memiliki fungsi paru-paru yang lebih
buruk dibandingkan dengan mereka yang ibunya tidak merokok.
Berhenti merokok merupakan salah
satu cara terbaik untuk mengurangi gejala asma sekaligus melindungi paru-paru
Anda.
5. Batuk
Selain alergi, batuk juga bisa
jadi salah satu penyebab asma. Pemicu asma batuk biasanya adalah peradangan
ataupun infeksi di saluran pernapasan, misalnya karena flu, rhinitis kronis dan
sinusitis (radang sinus), dan bronkitis. Infeksi saluran pernapasan merupakan
penyebab asma paling umum pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Infeksi
pernapasan yang memicu asma ini dapat disebabkan karena virus atau bakteri.
Asma batuk sangat kurang
terdiagnosis dan sulit diobati. Jika Anda mengalami batuk yang berkepanjangan,
segera cek kondisi kesehatan Anda ke dokter spesialis paru-paru. Pengobatan
yang biasanya dilakukan adalah tes fungsi paru-paru guna melihat kinerja
paru-paru Anda.
6. Obat-obatan tertentu
Kebanyakan orang tidak pernah
mengira bahwa obat-obat tanpa resep tertentu bisa memperburuk gejala asma. Ya,
obat antinyeri NSAID seperti aspirin dan ibuprofen hingga obat penyakit jantung
beta blocker bisa memperburuk gejala asma yang Anda miliki. Bahkan tak jarang,
efek samping obat-obatan tersebut juga dapat berakibat fatal pada penderita
asma.
Apabila Anda termasuk salah satu
orang yang sensitif terhadap obat-batan tersebut, hindari ibuprofen, naproxen,
dan diclofenac karena mereka bisa memicu serangan asma. Terlebih bagi Anda yang
sudah punya riwayat asma.
Selalu konsultasikan dengan
dokter terkait penggunaan obat-obat tersebut sebelum Anda mengonsumsinya.
7. Pekerjaan tertentu
Pekerjaan Anda bisa jadi penyebab
asma suka kambuh tanpa disadari. Ini diakibatkan oleh pemicu-pemicu yang umum
hadir di lingkungan kerja. Misalnya zat kimia, serbuk kayu, debu konstruksi,
dan asap limbah pabrik.
Orang yang paling rentan
mengalami asma okupasi adalah para pekerja konstruksi, peternak hewan, perawat,
tukang kayu, petani, dan pekerja lain yang dalam kesehariannya mengalami
paparan polusi udara dan zat kimia serta rokok yang bisa menimbulkan gejala asma.
Gejala asma okupasi biasanya
hanya terjadi saat Anda sedang bekerja.
8. Malam hari
Penelitian menunjukkan bahwa
kasus kematian akibat asma paling banyak terjadi pada malam hari. Kondisi ini
terjadi karena meningkatknya paparan alergen, suhu udara, posisi tidur yang
berbaring, atau bahkan produksi hormon tertentu yang mengikuti jam biologis
tubuh. Selain itu, umumnya gejala sinusitis dan asma sering muncul di malam
hari, terutama apabila lendir paru menyumbat saluran napas dan memicu gejala
batuk khas asma.
Selalu menyediakan obat asma di
samping tempat tidur adalah kunci utama untuk mengatasi asma malam hari dan
mendapatkan tidur yang berkualitas.
9. Penyebab asma lainnya
Selain yang sudah disebutkan di
atas, penyebab asma lainnya juga bisa karena hal-hal remeh dan mungkin tak terpikirkan
sebelumnya, seperti :
Bau-bauan yang kuat, misalnya
parfum, bahan pembersih, dan lain sebagainya.
Udara dingin, perubahan suhu, dan
kelembapan dapat menyebabkan asma.
Rasa cemas,menangis, berteriak,
stres, marah, atau tertawa terlalu keras
juga dapat memicu serangan asma.
Beberapa penyakit berikut ini
juga dapat menyebabkan beberapa gejala yang mirip asma, tapi pada dasarnya
mereka bukan asma.
Mengi adalah satu dari sekian
gejala asma yang dapat dikenali. Meski begitu bukan berarti orang yang
mengalami mengi pasti memiliki asma. Pasalnya, mengi juga dapat menjadi gejala
dari penyakit lain seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pneumonia
(infeksi paru-paru).
Asma jantung adalah bentuk dari
gagal jantung yang gejalanya mirip dengan beberapa gejala asma biasa.
Disfungsi pita suara.
Kenali dulu berbagai gejala asma
Peradangan yang disebabkan oleh
asma membuat otot-otot di sekeliling saluran napas ikut membengkak dan kemudian
mempersempit terowongan jalur napas. Akibatnya, Anda sering merasa sesak napas
atau ngos-ngosan, serta sulit bernapas lega. Anda mungkin merasa dada sering
sakit sesak seperti ada yang mengikat tali erat-erat di sekeliling dada. Napas
mengi berbunyi “ngik-ngik” dan batuk-batuk juga menjadi gejala asma yang paling
dapat dikenali.
Pada kasus yang parah, gejala
asma bisa meliputi :
Kesulitan untuk berbicara, makan,
dan tidur karena sesak napas.
Bibir dan ujung jari-jari kaki
serta tangan terlihat membiru.
Jantung berdebar-debar.
Tampak lemas dan lesu.
Pusing yang tak kunjung hilang
Gejala khas asma semakin parah
dan sering.
Inhaler tidak mampu meredakan
gejala yang ada.
Obat & Pengobatan
Asma adalah penyakit yang tak
bisa disembuhkan. Namun, berbagai cara mulai dari penggunaan obat hingga perubahan
gaya hidup dapat membantu mengendalikan gejala asma dan mencegahnya kambuh.
Asma diobati dengan dua jenis
obat-obatan: kontrol jangka panjang dan obat pereda instan :
Obat kontrol jangka panjang :
Kebanyakan orang yang menderita
asma harus minum obat kontrol jangka panjang setiap hari untuk membantu
mencegah gejala. Obat-obatan jangka panjang adalah yang paling efektif
mengurangi peradangan saluran napas, dan membantu mencegah gejala. Obat-obatan
ini termasuk: kortikosteroid inhalasi, Cromolyn, Omalizumab (anti-IgE). Jika
Anda memiliki asma yang parah, Anda mungkin harus menggunakan pil
kortikosteroid atau cair untuk jangka pendek agar asma Anda tetap terkontrol.
Obat pereda instan :
Semua orang yang memiliki asma
memerlukan obat-obatan ini untuk membantu meringankan gejala asma yang mungkin
kambuh. Inhalasi short-acting beta2-agonis (Albuterol, pirbuterol, levalbuterol
atau bitolterol) adalah pilihan pertama untuk bantuan cepat. Obat-obatan lain
adalah Ipratropium (antikolinergik), Prednisone, prednisolon (steroid oral).
Anda harus menggunakan obat pereda cepat ketika Anda gejala asma baru mulai
muncul. Jika Anda menggunakan obat ini lebih dari 2 hari seminggu, bicarakan
dengan dokter Anda tentang kontrol asma Anda. Anda mungkin perlu untuk membuat
perubahan rencana tindakan asma Anda.
Rutin Mengonsumsi Suplemen Herbal
:
Mengonsumsi suplemen herbal untuk
mempercepat penyembuhan apa salahnya kan?
S Lutena atau Super Lutein nutrisi herbal bermanfaat untuk menjaga
kesehatan tubuh secara total dan juga untuk membantu mencegah dan mengobati
berbagai penyakit. S.Lutena/Super Lutein sangat bagus untuk Pengobatan Asma ,
Bahkan konsumsi secara teratur bisa memperbaiki kesehatan tubuh secara total .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar