Selasa, 18 Desember 2018

SOP 100+ MENYEMBUHKAN STROK

MENGATASI PENYAKIT STROKE

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau darah berkurang, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Dalam beberapa menit, sel-sel otak mulai mati. Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen.



Ada 3 jenis kondisi
1. Stroke iskemik
strok iskemik terjadi saat arteri yang mengangkut oksigen dan nutrien ke otak tersumbat. Ada dua jenis stroke iskemik: trombotik dan embolik. Sekitar 50% dari seluruh kasus stroke merupakan stroke trombotik. Kondisi ini terjadi saat arteri otak tersumbat oleh darah yang menggumpal di otak. Di sisi lain, stroke embolik disebabkan oleh gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh lain (seringkali dari jantung). Gumpalan darah akan bergerak mengiringi aliran darah dan tersangkut di dalam arteri otak. Gumpalan darah menghalangi darah yang mengalir ke otak. Tanpa pasokan oksigen dan nutrien yang cukup, sel-sel otak akan segera berhenti bekerja. Dalam beberapa menit, sel tersebut dapat mati kecuali jika aliran darah ke otak lancar kembali.

Stroke iskemik adalah jenis stroke yang paling umum. Sebanyak 88% kasus stroke berupa stroke iskemik. Serangan stroke umumnya menyerang pasien berusia 60 tahun atau lebih, terutama pasien dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan merokok.
Penyebab Stroke Iskemik
Stroke iskemik terjadi saat arteri yang memasok darah ke otak tersumbat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:
Emboli atau trombus (penggumpalan darah)
Aterosklerosis - Kondisi arteri yang menyempit karena penumpukan plak. Ketika banyak plak yang menumpuk di satu tempat, darah tidak dapat mengalir dengan baik. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri lain, bukan hanya yang mengalir ke otak. Jika terjadi pada arteri koroner, atau pembuluh yang memasok darah ke jantung, maka kondisi tersebut dapat berujung pada serangan jantung.

Faktor risiko utama yang memicu stroke iskemik adalah:
  • Usia - Risiko stroke meningkat setelah seseorang menginjak usia 55 tahun
  • Fibrilasi atrium
  • Diabetes
  • Pola makan kaya kolesterol, natrium, gula, atau lemak trans atau jenuh
  • Kadar kolesterol jahat yang tinggi atau kolesterol baik yang rendah
  • Tekanan darah tinggi
  • Riwayat serangan iskemik sesaat (transient ischemic attack) atau stroke ringan
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Gaya hidup pasif
  • Merokok
  • Gejala Utama Stroke Iskemik

Stroke iskemik membuat separuh bagian otak berhenti bekerja. Hal ini berujung memicu tanda dan gejala berikut:
  • Mati rasa atau salah satu sisi tubuh terasa lemah
  • Kelumpuhan wajah atau paralisis
  • Mendadak bingung dan sulit berbicara atau memahami
  • Hilang koordinasi atau keseimbangan
  • Gangguan penglihatan mendadak
  • Sakit kepala berat yang mendadak
  • Sulit berjalan atau terjatuh tanpa sebab


2. Stroke hemoragik
Stroke hemoragik adalah kondisi pecahnya salah satu arteri dalam otak yang memicu perdarahan di sekitar organ tersebut sehingga aliran darah pada sebagian otak berkurang atau terputus. Tanpa pasokan oksigen yang dibawa sel darah, sel otak dapat cepat mati sehingga fungsi otak dapat terganggu secara permanen.
Perdarahan saat pecahnya pembuluh darah dalam otak disebut dengan perdarahan intraserebral, sedangkan perdarahan pada pembuluh darah pada ruang di antara lapisan pembungkus otak bagian tengah dan dalam disebut dengan perdarahan subarachnoid.
Gejala Stroke Hemoragik
Gejala yang muncul karena serangan stroke hemoragik dapat berbeda-beda, tergantung seberapa besar jaringan yang terganggu, lokasi, serta tingkat keparahan perdarahan yang terjadi.

Gejala stroke hemoragik intraserebral (perdarahan otak), di antaranya adalah:
  • Sakit kepala berat.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kejang.

Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah lemah, kelumpuhan pada satu sisi tubuh, gangguan berbicara, mata tidak dapat digerakkan menuju arah tertentu, gangguan penglihatan, dan terlihat bingung.

Sementara itu, stroke hemoragik subarachnoid (perdarahan subarachnoid) ditunjukkan dengan gejala awal berupa penglihatan ganda dan sakit kepala yang terjadi tiba-tiba. Gejala tersebut terjadi sebelum pembuluh darah pecah. Setelah pecahnya pembuluh darah, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
  • Nyeri di daerah wajah atau sekitar mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Leher kaku.
  • Penurunan kesadaran.

Gejala pada perdarahan subarachnoid dapat memburuk dalam waktu 24 jam, di mana cairan serebrospinal mengiritasi selaput pelindung otak (meningens) sehingga mengakibatkan gejala kaku leher, nyeri punggung, pusing, serta dapat diikuti dengan muntah. Gejala perdarahan berat hingga penurunan kesadaran dapat terjadi secara mendadak, sehingga penderita harus segera dilarikan ke rumah sakit. Tidak jarang penderita menjadi koma atau bahkan meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Penyebab Stroke Hemoragik
Penyebab stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicunya, antara lain adalah:
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Cedera kepala berat.
  • Ketidaknormalan pembuluh darah di otak sejak lahir (cacat bawaan berupa malformasi pembuluh darah arteri dan vena).
  • Aneurisma otak.
  • Penyakit liver.
  • Kelainan darah, contohnya penyakit anemia sel sabit dan hemofilia.
  • Tumor otak.
  • Efek samping penggunaan obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti warfarin.

Diagnosis Stroke Hemoragik
Seorang pasien dapat didiagnosis mengalami stroke hemoragik berdasarkan gejala, yang ditunjang dengan pemeriksaan. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan seperti:
  • CT scan atau MRI untuk mengetahui seberapa besar kerusakan jaringan pada otak, serta angiografi otak untuk mengetahui perkembangan perdarahan yang terjadi.
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal dengan mengambil cairan dari area otak dan tulang belakang. Pemeriksaan ini hanya dilakukan jika hasil CT scan atau MRI masih tidak memadai.

3. Stroke ringan
Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan adalah kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Kondisi ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Anda memiliki risiko stroke ringan yang lebih tinggi apabila Anda pernah mengalami transient ischemic attack.
Gejala stroke ringan
Stroke Ringan atau transient ischemic attack (TIA), yang juga dikenal dengan ministroke, adalah keadaan di mana saraf kekurangan oksigen akibat dari aliran darah yang terganggu yang berlangsung kurang dari 24 jam, biasanya dalam waktu beberapa menit. Stroke ringan juga muncul ketika bagian otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Tanda dan gejala stroke ringan sama dengan stroke lainnya, tetapi dapat berlalu lebih cepat.
Suatu ministroke biasanya berlangsung antara beberapa menit dan beberapa jam. Gejala stroke ringan dapat berlalu begitu cepat sehingga seseorang nyaris tidak memperhatikannya. Misalnya, seseorang mungkin mengalami kesulitan berbicara atau bergerak selama beberapa menit sebelum berfungsi kembali.
Mengalami ministroke adalah peringatan bahwa Anda berisiko tinggi terkena stroke. Untuk mengatasi risiko ini, harus segera diobati.
Satu dari setiap tiga orang yang mengalami ministroke akhirnya mengalami stroke iskemik dalam satu tahun dari ministroke. Seringkali, stroke terjadi dalam beberapa hari atau minggu setelah mengalami kondisi ini.



Cara agar mencegah terjadinya Stroke kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan kita
Tidak hanya rajin berolahraga saja namun tubuh kita juga harus cukup asupan gizinya.
SOP 100+ dari AFC Life Science adalah suplemen oligopeptida salmon pertama di dunia yang diproduksi dengan menggunakan nano teknologi terkini di bidang kesehatandari Jepang, Teknologi Degradasi Biologis Enzim, yang mana teknologi hidrolisis unik tersebut dipatenkan (Japanese Patent No. 3691497).
Salmon Ovary Peptide 100+ sudah memiliki no BPOM : ML 830531001482
AFC SOP100+ memiliki 3 patent:
Patent No. 1 - Cell Regeneration Effect (JP-3946238)
Membantu Memperbaiki sel dan mengaktifkan kembali sel-sel yang tidur
Tubuh manusia memilik ratusan jenis sel yang berbeda yang penting untuk kesehatan kita setiap hari. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk menjaga tubuh kita bekerja setiap harinya, seperti membuat jantung kita berdetak, otak kita berpikir, ginjal membersihkan darah kita, mengganti kulit yang terkelupas, dan seterusnya. Tugas khusus dari stem cell Salmon adalah untuk menciptakan berbagai jenis sel tersebut. Kandungan SOP100+ adalah membantu meregenerasi sel-sel baru.
 Patent No. 2 - Effect in Improvement Blood Circulation (JP-3946239)
Efek dalam Perbaikan sirkulasi pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan bahwa pembuluh darah penuh lemak adalah hal utama yang menyebabkan penyakit komplikasi pada organ tubuh seperti kolestrol, gangguan jantung dan darah tinggi. SOP100+ berfungsi membersihkan pembuluh darah Anda.

Mengapa kita bisa percaya dengan keunggulan Salmon Ovary Peptide 100+?
Karena SOP 100+ Memiliki 3 patent atas efek dari produk Salmon Ovary Peptide (Membersihkan pembuluh darah, meregenerasi sel sel baru, dan memperbaharui kulit)
Memiliki uji klinis atas produknya, bukan hanya uji klinis untuk masing-masing kandungan bahannya seperti produk - produk lain yang beredar di pasaran.
100% buatan Jepang yang sudah terkenal dengan kontrol kualitasnya, sementara di pasaran beredar produk-produk lokal lain masih diproduksi di pabrik lokal yang terkadang kontrol kualitasnya diragukan.
Menggunakan bahan baku dari telor Salmon langka dari Jepang yang dikontrol ketat kualitasnya.
Untuk kesehatan badan dan kecantikan kulit mari konsumsi Salmon Ovary Peptide 100+ - 100% Made in Japan
Harga 1 box isi 28 sachet. Rp 1.490.000
Isi sachet berupa serbuk yang mudah diminum kapan saja.
Mau CANTIK? Mau SEHAT? Wujudkan melalui AFC Life Science Indonesia.
Fast response: hubungi kami di whatsapp/ sms di 0857-7361-4609, 0856-9281-9898


Tidak ada komentar:

Posting Komentar